news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita..
Sumber :
  • ANTARA

Menperin Temui Menkeu Bahas Skema Stimulus Manufaktur, Bidik Insentif Baru untuk Pacu Ekonomi

Menperin mengapresiasi inisiatif Menkeu Purbaya yang membentuk tim bottlenecking guna menampung sekaligus membantu menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha.
Selasa, 5 Mei 2026 - 14:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas opsi stimulus dan insentif baru.

Tujuannya tak lain adalah untuk mendorong percepatan kinerja industri manufaktur sebagai penopang utama ekonomi nasional.

Agus Gumiwang menegaskan, sektor manufaktur memiliki kontribusi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, pada tahun lalu, laju pertumbuhan industri ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional—sebuah capaian yang baru terjadi kembali setelah 14 tahun.

“Kami membahas apa saja kebijakan, langkah-langkah yang perlu pemerintah ambil, baik stimulus maupun insentif, agar pertumbuhan manufaktur yang akan menopang pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat,” kata Agus usai pertemuan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri pengolahan nonmigas atau manufaktur tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.

Ia menambahkan, pemerintah kini tengah mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku industri di lapangan.

Langkah ini dilakukan agar sektor manufaktur dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian secara lebih optimal.

Agus juga mengapresiasi inisiatif Menkeu Purbaya yang membentuk tim bottlenecking guna menampung sekaligus membantu menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri turut membahas strategi penguatan pasar domestik serta peningkatan ekspor produk manufaktur Indonesia.

Agus mengungkapkan, berdasarkan data BPS, sekitar 75 hingga 80 persen total ekspor nasional berasal dari sektor manufaktur. Meski demikian, sebagian besar produksi industri masih terserap oleh pasar dalam negeri.

Ia menilai kondisi ini berbeda dengan negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang memiliki orientasi ekspor manufaktur lebih tinggi.

Karena itu, pemerintah berupaya mendorong peningkatan ekspor tanpa mengurangi kekuatan pasar domestik.

“Kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa mengubah sedikit rasio antara output manufaktur yang 80 persen domestik, 20 persen ekspor tanpa mengurangi porsi domestik,” kata dia. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
02:50
04:42
00:59
01:38
05:04

Viral