news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rupiah..
Sumber :
  • Antara

Jika Negosiasi Damai Iran-AS Buntu hingga Harga Minyak Ikut Menguat, Apa Kabar Nilai Tukar Rupiah?

Rupiah diprediksi melemah setelah negosiasi damai Iran dan AS menemui jalan buntu. Penguatan dolar AS dan harga minyak jadi pemicu utama.
Senin, 11 Mei 2026 - 15:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menemui jalan buntu. Situasi geopolitik tersebut memicu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan kebuntuan negosiasi antara Washington dan Teheran menjadi salah satu sentimen utama yang menekan rupiah pada perdagangan awal pekan.

“Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.382 per dolar AS.

Iran Tolak Proposal Perdamaian dari AS

Kebuntuan negosiasi terjadi setelah Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan pemerintah AS.

Mengutip laporan media internasional, Teheran menilai usulan dari Washington mengandung tuntutan yang terlalu berlebihan dan tidak menguntungkan pihak Iran.

Pemerintah Iran juga disebut menekankan bahwa proposal perdamaian harus mencakup penghentian perang serta jaminan keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyebut respons Iran terhadap proposal AS tidak dapat diterima.

Media pemerintah Iran bahkan melaporkan bahwa Teheran meminta AS membayar kerugian perang sebagai bagian dari proses negosiasi.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Kondisi memanas antara Iran dan AS membuat perhatian pasar global kembali tertuju pada kawasan Selat Hormuz.

Wilayah tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia. Jika ketegangan meningkat, pasar khawatir distribusi energi global bisa terganggu dan memicu lonjakan harga minyak mentah.

Iran sendiri dikabarkan mengajukan sejumlah syarat dalam negosiasi lanjutan dengan AS, di antaranya:

  • Pencabutan sanksi ekonomi

  • Kontrol penuh Iran atas Selat Hormuz

  • Pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
02:53
07:16
00:53
01:07
05:10

Viral