- BPJSTK
BPJS Ketenagakerjaan-Untirta Teken Kerja Sama, Lindungi Civitas Akademika dan Mahasiswa Magang Lewat Jamsostek
Jakarta, tvOnenews.com - BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa magang dan civitas akademika.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto bersama Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman di Aula Rektorat Untirta, Kabupaten Serang, Rabu (13/5/2026).
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto mengatakan kerja sama tersebut bukan hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang memahami pentingnya perlindungan kerja sejak dini.
Harjono juga mengapresiasi langkah proaktif Untirta dalam memberikan perlindungan kepada seluruh civitas akademika dan mahasiswa magang. Hingga saat ini, sebanyak 1.876 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap Untirta dapat menjadi role model dalam pengembangan literasi dan kepesertaan jaminan sosial di lingkungan akademik. Kampus harus menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi,” kata Harjono, Rabu (13/5/2026).
Ia menambahkan, kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi yang lebih komprehensif dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dengan adanya sinergi ini, kami mengharap materi jaminan sosial tidak hanya dipahami sebagai konsep teoritis, tetapi juga menjadi kompetensi yang aplikatif, relevan dengan dunia kerja serta mampu membentuk generasi yang sadar akan pentingnya perlindungan diri dalam bekerja,” tambahnya.
Harjono berharap nota kesepahaman tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama bersama fakultas-fakultas yang memiliki program magang.
“Sehingga seluruh mahasiswa magang yang ada di Kampus Untirta ini nantinya dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh,” harapnya.
Sementara itu, Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
"Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sangat penting, mengingat mahasiswa Untirta yang melakukan magang ada di daerah-daerah terpencil yang memiliki resiko. Sehingga dengan adanya kolaborasi ini mereka bisa dilindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan," katanya.
Ia menegaskan pihak kampus mendukung penuh program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk menyediakan ruang edukasi bagi mahasiswa terkait manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Dan kami juga sangat mendukung program BPJS Ketenagakerjaan ini, bila perlu kami siapkan tempat untuk mengedukasi mahasiswa mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan ini mengingat mahasiswa merupakan calon-calon pekerja," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Eko Yuyulianda mengatakan kerja sama dengan Untirta menjadi langkah strategis dalam mengedukasi calon pekerja mengenai pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kolaborasi ini merupakan suatu langkah strategis untuk melakukan pengenalan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat yang berstatus mahasiswa karena mereka ini kan calon pekerja nantinya. Jadi kalo dari awal sudah diedukasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan ini, mereka jadi tahu bahwa sebagai pekerja mereka punya hak untuk dilindungi," kata Eko.
Eko menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan ke depan juga akan memperluas kerja sama dengan kampus lain di Provinsi Banten.
"Kalo untuk di Banten, saat ini memang baru Untirta saja yang kita lakukan kerjasama, tetapi kalo secara nasional BPJS Ketenagakerjaan sudah banyak bekerjasama dengan kampus-kampus. Untuk itu, kedepannya, kita juga akan menjalin kerjasama dengan kampus-kampus lain yang ada di wilayah Provinsi Banten," ungkap Eko. (rpi)