news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi industri pengolahan ikan tuna..
Sumber :
  • Dok. KKP

KNMP Digadang Bisa Kembalikan Papua Jadi Lumbung Tuna, DPR Ungkap Pernah Ada Industri Besar di Sana

Anggota Komisi IV DPR RI Robert J. Kardinal mengatakan Papua memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar, terutama di tiga kawasan strategis yang hingga kini belum tersentuh.
Minggu, 17 Mei 2026 - 17:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dinilai mampu membangkitkan kembali kejayaan sektor perikanan tangkap di Tanah Papua sekaligus menjadikan wilayah tersebut sebagai lumbung tuna terbesar di kawasan timur Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR RI Robert J. Kardinal mengatakan Papua memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar, terutama di tiga kawasan strategis yang hingga kini belum tersentuh program nasional.

Tiga wilayah yang dimaksud meliputi Distrik Kepulauan Ayau di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Kepulauan Auri di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, serta perairan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori di Provinsi Papua.

“Ketiga kawasan tersebut memiliki nilai strategis ganda sebagai sentra produksi sekaligus kawasan pertahanan terluar negara berbasis masyarakat nelayan,” jelasnya, Minggu (17/5/2025)

Politikus Golkar dari daerah pemilihan Papua itu menegaskan pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada wilayah dengan sumber daya ikan terbesar di Papua tersebut.

“Tiga titik di Papua ini harus menjadi prioritas Kampung Nelayan Merah Putih karena potensi ikannya sangat besar dan bisa menjadi motor kebangkitan industri perikanan di kawasan timur Indonesia," katanya.

Menurut Robert, ketiga wilayah tersebut merupakan pusat penghasil tuna sirip kuning atau yellowfin tuna yang selama ini belum dikelola optimal.

Selain itu, kawasan tersebut merupakan gugusan pulau terluar di utara Papua yang secara geografis lebih dekat dengan negara tetangga dibanding pusat pemerintahan di Papua.

"Kenapa penting mendirikan Kampung Nelayan Merah Putih di tiga kabupaten itu karena lokasi-lokasi tersebut merupakan pulau-pulau terluar di Tanah Papua bagian utara. Jadi mestinya kampung nelayan merah putih dibuat di situ supaya Merah Putih berkibar di situ," katanya.

Ia menambahkan kawasan tersebut memiliki kekayaan laut yang melimpah, mulai dari tuna, cakalang, kerapu, rumput laut hingga teripang. Mayoritas masyarakat setempat pun menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.

Karena itu, pembangunan KNMP di tiga wilayah tersebut dinilai bukan hanya untuk meningkatkan produksi dan hilirisasi hasil perikanan, tetapi juga memperkuat pertahanan wilayah terluar berbasis masyarakat nelayan.

Robert mengungkapkan Kepulauan Mapia atau Pulau Beras di Kabupaten Supiori pernah menjadi salah satu sentra penghasil tuna terbesar di Papua melalui keberadaan perusahaan pengalengan ikan PT Biak Mina Jaya yang merupakan bagian dari Grup Jayanti.

Menurut dia, industri tuna tersebut pernah menyerap ribuan tenaga kerja asli Papua dan menjadikan Biak Numfor sebagai salah satu pusat industri perikanan terbesar di Indonesia timur.

Selain itu, kehadiran perusahaan milik negara PT Usaha Mina di Sorong pada masanya juga mampu mengekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang.

Pada masa lalu, PT Usaha Mina memiliki banyak cabang di sejumlah sentra perikanan nasional seperti Sorong, Bacan, Ternate, Fakfak, Ambon, Gorontalo, Luwuk hingga Makassar.

Robert juga menyinggung keberadaan PT West Irian Fisheries (WIF), perusahaan perikanan asal Jepang yang bekerja sama dengan pengusaha asli Papua dan pernah menjadi penggerak utama ekonomi di kawasan tersebut.

Menurutnya, jejak kejayaan industri perikanan itu perlu dihidupkan kembali melalui sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Badan Pengelola (BP) BUMN.

Ia menilai kampung nelayan yang dibangun pemerintah nantinya dapat terhubung dengan fasilitas eks PT Usaha Mina sebagai pusat pengumpulan dan ekspor hasil tangkapan nelayan Papua.

"Papua pernah punya industri perikanan besar lewat Jayanti, Usaha Mina, dan WIF. Itu bukti bahwa kalau dikelola serius, Papua bisa menjadi kekuatan besar industri perikanan nasional. Kampung Nelayan Merah Putih harus menjadi titik awal menghidupkan kembali kejayaan itu,” katanya.

Robert optimistis apabila pemerintah serius menempatkan program KNMP di Raja Ampat, Teluk Wondama, dan Biak Numfor-Supiori, Papua dapat kembali menjadi pusat industri tuna nasional seperti masa kejayaan industri perikanan pada era ketiga perusahaan tersebut.

Ia juga mendukung target KKP membangun lebih dari 1.000 KNMP pada 2026. Namun hingga kini, dari 65 lokasi KNMP yang telah dibangun di berbagai wilayah Indonesia, belum ada satu pun yang berada di Papua.

"Kalau tiga titik ini dibangun Kampung Nelayan Merah Putih, saya yakin Papua bisa kembali menjadi lumbung tuna terbesar di kawasan timur Indonesia," katanya. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:06
02:06
05:01
05:14
03:43
03:22

Viral