news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (25/5/2026)..
Sumber :
  • Puspen Kemendagri

Kemendagri Wanti-wanti Lonjakan Harga Minyak Goreng, Minta Bulog Pacu Distribusi Minyakita di Indonesia Timur

Kawasan Indonesia Timur yang mencakup Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua telah memperoleh alokasi minyak goreng Minyakita sebesar 6.115 kiloliter. Namun, realisasi penyalurannya baru mencapai sekitar 65 persen.
Senin, 25 Mei 2026 - 15:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta Perum Bulog mempercepat sekaligus memperluas distribusi minyak goreng ke kawasan Indonesia Timur.

Langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia, terutama di wilayah kepulauan dengan tantangan distribusi yang besar.

"Dari Bulog tadi juga kami minta untuk penyaluran daripada minyak gorengnya dipercepat, diperbanyak, dan Indonesia Timur ya, khususnya Papua, walaupun itu kita sama-sama memahami transportasinya sulit tetapi tetap harus dimaksimalkan," ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Tomsi mengungkapkan, hasil pemetaan distribusi menunjukkan wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua telah mendapatkan alokasi Minyakita sebanyak 6.115 kiloliter. Namun, realisasi distribusinya baru mencapai sekitar 4.025 kiloliter atau setara 65 persen.

Karena itu, ia meminta proses pengadaan dan penyaluran dari pemasok dapat dipercepat agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah terpenuhi secara maksimal.

Menurut Tomsi, kondisi geografis wilayah kepulauan membuat biaya logistik menjadi tinggi dan berdampak pada kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menilai forum pengendalian inflasi perlu lebih fokus membahas daerah dengan lonjakan harga signifikan agar solusi bisa segera diterapkan.

"Oleh sebab itu, seluruh paparan narasumber ya kami minta untuk fokus dan bisa dipercepat sehingga nantinya ada waktu untuk daerah-daerah yang kita nilai kenaikannya cukup ekstrem untuk kita bisa tanyakan," tegasnya.

Ia juga berharap evaluasi mingguan pengendalian inflasi dapat terus dioptimalkan sebagai sarana koordinasi yang efektif dalam mencari akar persoalan inflasi di setiap daerah.

"Sehingga dari pengalaman-pengalaman tersebut kita perlu mengefektifkan waktu di mana hal-hal yang pokok, penting atau yang naik atau yang menjadikan hal-hal yang akan menyebabkan kenaikan yang kita prediksi di masa depan akan menyebabkan harga-harga itu naik, itu saja yang kita bahas," pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini, Pelaksana Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden Popy Rufaidah, serta Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Badan Pangan Nasional Kelik Budiana.

Selain itu, hadir secara virtual Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sunusi, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Nawandaru Dwi Putra, Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Perum Bulog Muhammad Wawan Hidayanto, serta sejumlah pihak terkait lainnya. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:51
04:08
01:05
05:05
01:41

Viral