- Kadin Indonesia
Kelas Menengah dan Daya Beli Masyarakat Perlu Diperkuat, Kadin Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
Sementara itu, Direktur Eksekutif KII Mulya Amri, menyoroti hasil kajian yang menunjukkan adanya tekanan terhadap kelompok kelas menengah. Menurutnya, fenomena tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai perubahan statistik, melainkan sebagai indikator penting yang mencerminkan kondisi konsumsi nasional.
“Penurunan kelas menengah bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahwa mesin konsumsi nasional sedang mengalami tekanan serius. Karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam agar berbagai temuan riset dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret,” kata Mulya.
Ia menjelaskan, KII 8% Club dibentuk sebagai ruang dialog berbasis data yang bertujuan menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha dan proses perumusan kebijakan publik.
“Kami ingin memastikan bahwa data dan hasil riset dapat diubah menjadi wawasan yang relevan bagi pelaku usaha sekaligus menjadi dasar advokasi kebijakan yang efektif,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan, menyampaikan bahwa pengembangan kelas menengah menjadi salah satu agenda penting pemerintah karena perannya yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.
Menurut Ferry, kelas menengah memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, jumlah tenaga kerja produktif, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menciptakan berbagai kebijakan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan kelompok tersebut.
“Bagaimana mendorong dan menumbuhkembangkan kelas menengah menjadi salah satu program penting pemerintah. Dari sisi konsumsi, jumlah penduduk, maupun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, kelas menengah memiliki peran yang sangat signifikan,” ujarnya.
Ferry juga mengapresiasi inisiatif Kadin Indonesia melalui KII 8% Club yang menghadirkan forum diskusi berbasis riset untuk membahas tantangan ekonomi nasional dan merumuskan berbagai solusi yang dapat dijalankan secara kolaboratif.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Kadin. Apalagi semangat yang diusung adalah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Untuk itu, kami siap berkolaborasi,” pungkasnya. (rpi)