- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000, Purbaya Tegaskan Asumsi APBN Belum Perlu Direvisi
Meski sejumlah indikator bergerak di luar asumsi awal, pemerintah menilai koordinasi kebijakan fiskal dan moneter masih mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Purbaya, salah satu indikator yang menunjukkan kuatnya dukungan likuiditas terhadap perekonomian adalah pertumbuhan jumlah uang beredar yang terus meningkat.
“Dibanding bulan-bulan sebelumnya, trendnya cenderung meningkat secara bertahap. Artinya, ada cukup uang di perekonomian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang tinggi,” katanya.
Pertumbuhan uang beredar pada Mei 2026 tercatat mencapai 18 persen secara tahunan. Pemerintah menilai kondisi tersebut mencerminkan tersedianya likuiditas yang cukup untuk menopang aktivitas ekonomi, investasi, serta konsumsi masyarakat.
Diketahui, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menguat 13 poin atau 0,07 persen jadi Rp18.036 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.049 per dolar AS. (agr/rpi)