news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rupiah dan Dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA

Rupiah Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS Seiring Respons Positif Pasar soal Pemangkasan Anggaran MBG

Perdagangan di pasar spot pada Senin, 29 Juni 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.865 per dolar AS. 
Senin, 29 Juni 2026 - 09:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp17.962 pada Jumat, 26 Juni 2026. 

Posisi rupiah melemah 20 poin dari kurs sebelumnya di level Rp17.942 pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026.

Sementara itu, perdagangan di pasar spot pada Senin, 29 Juni 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.865 per dolar AS

Posisi rupiah menguat 57 poin atau 0,32 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS.

Meski demikian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespons positif langkah pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjaga stabilitas fiskal.

Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada APBN 2026 telah disesuaikan dengan pagu anggaran MBG telah dipangkas dari rencana awal sebesar Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut dilaporkan kembali mengalami penajaman/pemotongan menjadi sekitar Rp228,38 triliun.

Pemerintah mengkaji opsi pemotongan tambahan hingga Rp50 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan negara.

Pemotongan ini dilakukan untuk merespons risiko ekonomi global, menjaga defisit fiskal serta memperbaiki tata kelola program.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi pasar secara agresif melalui tiga lini utama pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan pasar Surat Berharga Negara (SBN). 

Hal ini untuk meredam volatilitas dan mencegah depresiasi rupiah yang belakangan mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Jika pelemahan masih berlanjut, maka strategi yang dilakukan BI adalah menaikkan suku bunga acuan meskipun bank sentral telah menaikkan 100 basis poin (bps) hanya dalam waktu dua bulan. 

Adapun saat ini yang dibutuhkan pasar adalah jangkar ekspektasi yang jelas bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama serta didukung koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal. 

Dari sisi komunikasi, BI perlu terus menegaskan konsistensi arah kebijakan, kecukupan cadangan devisa dan instrumen stabilisasi serta komitmen untuk menjaga agar pelemahan rupiah tidak berujung pada lonjakan inflasi maupun gangguan stabilitas sistem keuangan.

"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.920-Rp17.960," katanya. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:32
02:14
04:04
03:46
01:55
01:20

Viral