news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi uang rupiah dan dolar.
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Laporan Fitch dan Defisit Perdagangan Menekan Sentimen Pasar

Analis menyebut pelemahan kurs rupiah dipicu oleh respons negatif pelaku pasar terhadap laporan terbaru Fitch Ratings yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia.
Senin, 6 Juli 2026 - 17:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikatt melorot lagi nyaris menyentuh Rp18.000 pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2026) sore. Rupiah melemah 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.995 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp17.963 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan kurs rupiah ini dipicu oleh respons negatif pelaku pasar terhadap laporan terbaru Fitch Ratings yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia.

Menurut Ibrahim, Fitch juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi yang belangsung dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan beban utang dan biaya pinjaman pemerintah.

Kondisi tersebut sekaligus dapat memperbesar risiko penurunan peringkat utang negara (sovereign rating) Indonesia.

"Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberi pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia, yang terlihat dari indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang massif," ucap Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

"Namun demikian, perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi," sambungnua.

Hingga Maret 2026, Fitch masih mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB, namun merevisi prospeknya menjadi negatif.

Ibrahim menambahkan, sentimen pasar juga dibayangi oleh kembalinya defisit neraca perdagangan Indonesia. Pada Mei 2026, neraca perdagangan tercatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS, sekaligus mengakhiri tren surplus yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Dari faktor eksternal, ketegangan geopolitik turut membebani pergerakan pasar. Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki.

Di sisi lain, belum adanya kepastian mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz membuat harga minyak mentah tetap bertahan sehingga membatasi peluang penurunan.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga ditutup melemah. Pada perdagangan hari ini, JISDOR berada di level Rp17.999 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.960 per dolar AS. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:59
05:06
06:58
06:06
08:26
04:17

Viral