news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

IHSG Anjlok 7,9 Persen pada Juni 2026, OJK Ungkap Dana Asing Rp19,63 Triliun Kabur

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kondisi bursa sepanjang bulan Juni kemarin berada dalam fase konsolidasi imbas tensi dan ketidakpastian ekonomi global.
Selasa, 7 Juli 2026 - 17:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan yang cukup serius sepanjang Juni 2026.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut merahnya bursa sepanjang bulan lalu itu merupakan imbas ketidakpastian ekonomi global.

Akibatnya, dana investor asing yang kabur dari pasar saham Indonesia jumlahnya sangat besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi. 

Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi oleh sentimen global, pandangan investor terhadap kebijakan dan kondisi ekonomi dalam negeri, serta aksi penyesuaian portofolio di pasar modal.

"Pasar saham domestik pada Juni 2026 masih berada pada fase konsolidasi, akibat berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik, serta adanya penyesuaian atau rebalancing portofolio investor," kata Hasan dalam telekonferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni, Selasa (7/7/2026).

Hingga penutupan perdagangan pada akhir Juni 2026, IHSG turun 7,9 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) ke level 5.643,19. Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date/ytd), indeks juga terkoreksi hingga 34,74 persen.

Penurunan ity diikuti arus keluar modal asing melalui aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp19,63 triliun.

"Investor asing pada periode tersebut membukukan net sell senilai Rp19,63 triliun," ujarnya.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa Efek Indonesia selama Juni 2026 tercatat sebesar Rp22,23 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai Rp22,86 triliun.

Di pasar obligasi, Hasan menyampaikan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 melemah 1,69 persen secara bulanan menjadi 429,85.

Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp22,43 triliun sepanjang bulan tersebut.

Pada industri reksa dana, Nilai Aktiva Bersih (NAB) tercatat sebesar Rp652,9 triliun. Nilai tersebut turun 4,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan terkoreksi 3,32 persen sejak awal tahun.

Hasan juga mengungkapkan industri reksa dana mencatat net redemption sebesar Rp23,75 triliun secara bulanan. Sementara secara year-to-date, nilai net redemption mencapai Rp2,14 triliun.

"Sementara jumlah investor di pasar modal mencatat tren peningkatan secara signifikan, dengan penambahan sebanyak 1,21 juta investor di bulan Juni 2026 (mtm)," kata Hasan.

"Sehingga total jumlah investor telah mencapai angka 28,96 juta, atau tumbuh 42,22 persen (ytd)," ujarnya. (VIVA/rpi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral