Menteri Ara Akui Kendala SLIK Buat Banyak Warga Gagal Dapat KPR Subsidi, Sebut Kini Sudah Diatasi
- pkp.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara mengakui bahwa kendala dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu yang membuat banyak masyarakat gagal memperoleh kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.
Fakta tersebut didapatinya setelah melakukan sekitar 40 kunjungan ke berbagai kawasan perumahan subsidi di sejumlah daerah di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Utara.
"Salah satu keluhan utama adalah soal SLIK yang menghambat rakyat untuk bisa mendapat kesempatan," kata Ara dalam acara Launching Optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (7/7/2026).
Melalui peluncuran Optimalisasi SLIK yang dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ara berharap hambatan tersebut dapat diatasi.
Khususnya agar mereka yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku UMKM semakin terbuka akses pembiayaannya. Langkah ini juga diharapkan mendukung percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah.
"Hari ini hambatan itu sudah dicabut Ketua OJK dan tim,” ujarnya.
Ara lebih lanjut menegaskan pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah.
Selain menaikkan kuota rumah subsidi mejadi 350 ribu unit, pemerintah juga memberikan berbagai insentif. Fasilitas tersbut meliputi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Pada kesempatan itu Ara turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, beserta seluruh jajaran atas respons terhadap berbagai masukan mengenai hambatan masyarakat dalam memperoleh pembiayaan rumah subsidi.
“Saya menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Ketua OJK beserta seluruh jajaran. Tanpa OJK berani mengambil keputusan hari ini, tidak ada kesempatan yang baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Ara.
"Keberpihakan kepada rakyat harus jelas, tentu dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya. (rpi)
Load more