news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mendag Budi Santoso..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Mendag Yakin Neraca Perdagangan Juni 2026 Balik Surplus Usai Defisit Perdana dalam 72 Bulan

Mendag Budi Santoso menyebyt tren penurunan harga minyak dunia memberikan harapan bagi membaiknya kinerja neraca perdagangan nasional yang sempat defisit.
Selasa, 14 Juli 2026 - 16:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah optimistis neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Juni 2026 setelah mengalami defisit pada Mei lalu. Kunci perbaikannya dinilai terletak pada mulai meredanya harga minyak dunia yang sebelumnya menjadi pemicu utama membengkaknya nilai impor migas.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, tren penurunan harga minyak dunia memberikan harapan bagi membaiknya kinerja neraca perdagangan nasional.

Setelah sempat menyentuh level sekitar US$100 per barel, harga minyak kini bergerak di bawah angka tersebut sehingga tekanan terhadap impor migas diperkirakan berkurang.

“Mudah-mudahan bulan Juni bisa membaik karena grafik harga minyak sudah mulai turun. Tentu kita berharap kondisinya tetap stabil,” ujar Budi saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Optimisme tersebut muncul setelah Indonesia mencatatkan defisit neraca perdagangan pada Mei 2026, mengakhiri tren surplus yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Menurut Budi, defisit itu bukan disebabkan melemahnya aktivitas perdagangan secara umum, melainkan lonjakan harga minyak dunia yang mendorong kenaikan nilai impor migas.

Ia menjelaskan bahwa secara volume, impor migas maupun nonmigas justru mengalami penurunan. Namun, kenaikan harga minyak menyebabkan nilai impor melonjak sehingga menekan keseimbangan perdagangan.

“Volume impor migas maupun nonmigas sebenarnya turun. Tetapi nilainya naik karena saat itu harga minyak sedang tinggi,” ungkapnya.

Budi memaparkan, pada Mei 2026 impor migas mencapai sekitar US$3,7 miliar. Di sisi lain, perdagangan nonmigas masih mampu membukukan surplus sekitar US$2,1 miliar. Kombinasi keduanya membuat neraca perdagangan nasional mencatatkan defisit sekitar US$1,6 miliar.

Meski demikian, pemerintah menilai fundamental perdagangan Indonesia masih terjaga. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, neraca perdagangan masih membukukan surplus sekitar US$4 miliar.

Selain itu, nilai ekspor juga tumbuh sekitar 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Secara kumulatif Januari-Mei kita masih surplus sekitar US$4 miliar dan ekspor juga naik 3,02 persen. Memang pada Mei terjadi defisit,” tandas dia. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral