- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Kadin Yakin Ekonomi RI Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan 5 Persen Dinilai Sangat Realistis
Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya mereda, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai fondasi perekonomian nasional tetap berada dalam kondisi yang kuat.
Optimisme tersebut membuat Kadin meyakini target pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada 2026 masih sangat realistis untuk dicapai.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, ketahanan ekonomi Indonesia tidak hanya terlihat dari kinerja jangka pendek, tetapi juga dari konsistensi pertumbuhan yang mampu dipertahankan selama lebih dari dua dekade.
“Setelah kita lihat kiri-kanan, secara fundamental, Kadin ini tetap merasa bahwa fundamental ekonomi Indonesia ini kuat,” kata Anindya di Kadin Tower, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, berbagai tantangan global memang masih membayangi. Namun, kondisi tersebut belum mengubah keyakinan dunia usaha terhadap prospek ekonomi nasional.
“Kami melihat bahwa apa, untuk bisa mencapai 5 persenan tahun ini, itu sangat mungkin. Tantangan tentu ada, tapi tetap kuat,” ujarnya.
Anindya menilai, kemampuan Indonesia menjaga pertumbuhan di kisaran 5 persen selama sekitar 25 tahun menjadi bukti bahwa ekonomi nasional memiliki daya tahan yang tinggi terhadap berbagai gejolak.
“Dan 5 persen ini bukan setahun-dua tahun, ini sudah bisa dilihat selama 25 tahunan, ini 5 persen masih bisa dipertahankan. Kami melihat ini karena kuat. Inflasi juga terjaga, dan jumlah utang per apa, PDB juga apa, merupakan salah satu yang terbaik di G20,” katanya.
Selain faktor domestik, Kadin juga melihat tekanan geopolitik global mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut dinilai mulai tercermin dari meningkatnya optimisme pelaku pasar dan iklim investasi.
“Yang kedua, kita melihat bahwa tekanan geopolitik masih ada, tapi sudah jauh mulai mereda. Bisa dilihat dari antusiasme daripada pasar modal, dari sisi apa, kini, dan dari sisi juga apa, bisa dibilang investasi dan lain-lain,” ujar Anindya.
Optimisme itu semakin menguat setelah sejumlah indikator internasional mulai memberikan sinyal positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Menurut Anindya, perubahan sentimen tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap arah transformasi ekonomi nasional.
“Yang ketiga, kami juga melihat bahwa sentimen Indonesia ini sudah mulai ada percik-percikan tanda-tanda positif yang selama ini, selama 3 bulan itu tidak didapat. Kita bicara mengenai MSCI, Fitch, Moody’s, nah sekarang yang S&P ini mulai terlihat bahwa intinya Indonesia ini sedang bertransformasi dari natural resources-based, berdasarkan sumber daya alam, menjadi human resources-based,” tuturnya.
Anindya menilai transformasi tersebut merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan penyesuaian di berbagai sektor. Karena itu, dunia usaha memandang berbagai program pemerintah yang berfokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari fondasi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Dan ini selalu ada transisi, jadi bisa dimengerti apa, ada program-program kita yang fokus kepada apa, kesehatan anak-anak, lalu juga distribusi makanan yang baik, dan juga perekonomian di daerah yang baik dan lain-lain,” katanya.
Sejalan dengan arah transformasi tersebut, Kadin menyatakan siap memperkuat kapasitas tenaga kerja melalui program peningkatan keterampilan, terutama di daerah, agar kualitas sumber daya manusia mampu menjawab kebutuhan ekonomi masa depan.
“Nah, ini yang dalam konteks sekarang ini, benar-benar Kadin memahami itu mesti menyiapkan dengan upskilling teman-teman apa, di daerah,” pungkas Anindya. (agr/cmi)