news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wisma Danantara.
Sumber :
  • Danantara

Moody’s Beri Outlook Negatif ke Danantara, Rosan Tegaskan Obligasi Tetap Diburu Investor Global

CEO Danantara menegaskan, bahwa penilaian Moody’s harus dipahami sebagai cerminan sovereign rating Indonesia bukan mencerminkan lemahnya prospek penerbitan obligasi Danantara.
Jumat, 24 Juli 2026 - 08:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings kepada Danantara Investment Management (DIM) tidak menyurutkan minat investor terhadap instrumen utang yang diterbitkan lembaga tersebut.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan, bahwa penilaian Moody’s harus dipahami sebagai cerminan sovereign rating Indonesia, bukan mencerminkan lemahnya prospek penerbitan obligasi Danantara.

Rosan menjelaskan, peringkat yang disematkan Moody’s mengacu pada kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya. Karena itu, peringkat yang diterima Danantara mengikuti peringkat kredit Pemerintah Indonesia.

“Itu kan sovereign rating,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (24/7/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani.
Sumber :
  • Setpres

Meski mendapat outlook negatif, Rosan menegaskan respons pasar terhadap penerbitan obligasi Danantara justru sangat kuat. Ia menyebut penerbitan obligasi tenor lima tahun dan sepuluh tahun memperoleh sambutan positif dari investor internasional.

“Kami kan kemarin menerbitkan obligasi 5 tahun, 10 tahun, responnya juga sangat-sangat positif,” ujar Rosan.

Menurutnya, sebelum penerbitan obligasi dilakukan, Danantara telah menggelar roadshow ke lebih dari 120 perusahaan dan investor institusi di sejumlah pusat keuangan dunia, mulai dari Singapura, Hong Kong, Jepang, Boston hingga New York. Hasilnya, antusiasme investor dinilai melampaui ekspektasi.

Rosan mengungkapkan tingginya permintaan tersebut turut tercermin dari imbal hasil (yield) obligasi yang mencapai 5,35 persen. Atas dasar itu, Danantara kini mulai mengkaji peluang menerbitkan surat utang dengan tenor yang lebih panjang.

“Jadi responnya sangat positif dan kami juga sedang mengkaji kemungkinan kalau kami mau issue untuk jangka panjang di atas 10 tahun,” tuturnya.

Sebelumnya, Moody’s Ratings menetapkan peringkat Baa2 kepada Danantara Investment Management sekaligus memberikan outlook negatif, sejalan dengan prospek utang Pemerintah Indonesia.

Selain itu, Moody’s juga memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program Medium Term Notes (MTN) global yang dibentuk DIM serta peringkat Baa2 bagi obligasi senior tanpa jaminan yang akan diterbitkan.

Dalam laporannya, Moody’s menilai profil kredit Danantara tidak dapat dipisahkan dari Pemerintah Indonesia. Kesetaraan peringkat tersebut didasarkan pada kuatnya hubungan kepemilikan, tata kelola, hingga besarnya potensi dukungan pemerintah apabila dibutuhkan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:10
01:48
08:01
05:28
03:56
01:39

Viral