- Dok. LRT City
ADHI Buka Suara soal Proyek LRT City Mangkrak, Akui ADCP sedang Hadapi Krisis Likuiditas
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, ADCP menawarkan sejumlah alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit yang telah siap dihuni.
Perseroan juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.
DPR Soroti Dampaknya terhadap Kepercayaan Publik
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Iwan Darmawan Aras, menyoroti persoalan proyek apartemen LRT City yang mengalami keterlambatan penyelesaian dan serah terima unit. Ia menegaskan PT Adhi Commuter Properti Tbk harus bertanggung jawab terhadap seluruh konsumen.
“ADCP harus bertanggungjawab atas konsumen. Harus ada titik terang bagi masyarakat yang menjadi konsumen LRT City,” kata Iwan Darmawan Aras, kepada Parlementaria, Kamis (30/7/2026).
Persoalan proyek LRT City belakangan menjadi perhatian publik. Setelah menunggu sekitar tujuh tahun, lebih dari 2.400 konsumen dilaporkan belum menerima unit apartemen yang telah dijanjikan.
Sejumlah konsumen bahkan masih harus membayar cicilan kepada perbankan meski pembangunan proyek belum terealisasi. Beberapa lokasi proyek juga disebut masih berupa lahan kosong. Di sisi lain, para konsumen masih berupaya memperoleh pengembalian dana karena ADCP belum dapat menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan menghadapi keterbatasan keuangan untuk memenuhi permintaan refund.
Menanggapi kondisi tersebut, Iwan menilai persoalan yang terjadi pada proyek LRT City berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap proyek yang dikembangkan oleh anak perusahaan BUMN.
“Kalau hunian yang dibuat anak perusahaan BUMN saja mangkrak, ini bisa merusak kepercayaan masyarakat kepada Negara. Karena apa apa bedanya dengan proyek-proyek swasta yang mangkrak,” ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra itu. (rpi)