news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi petugas SPPG menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)..
Sumber :
  • Antara

Purbaya Ungkap MBG Sudah Habiskan Rp101,1 Triliun untuk Layani 63,13 Juta Penerima, Ini Rinciannya

Realisasi Program Makan Bergizi Gratis telah menguras anggaran Rp101,1 triliun menjangkau 63,13 juta penerima hingga semester I 2026. Menkeu Purbaya membeberkan belanja negara naik 17,8%.
Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:05 WIB
Reporter:
Editor :

Sementara itu, realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tercatat sebesar Rp1.298,6 triliun atau tumbuh 29,4% secara tahunan.

Kenaikan belanja negara itu didorong oleh pelaksanaan Program MBG, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 aparatur negara, pembayaran manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM maupun listrik.

Di sisi pendapatan, penerimaan negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4% secara tahunan. Capaian tersebut menunjukkan kinerja fiskal yang tetap kuat di tengah pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp1.035,7 triliun atau meningkat 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, dampak positif implementasi Coretax, serta penguatan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.

Sementara itu, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai mulai menunjukkan pemulihan dengan realisasi Rp152,0 triliun atau tumbuh 3,4% secara tahunan.

Adapun realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tetap berada pada jalur yang sesuai target. Hingga akhir triwulan II 2026, PNBP mencapai Rp271,0 triliun atau meningkat 21,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pembiayaan, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp452,0 triliun hingga akhir triwulan II 2026 atau tumbuh 59,4% secara tahunan.

Purbaya menjelaskan, capaian tersebut ditopang oleh pengelolaan pembiayaan utang yang dilakukan secara prudent dan terukur.

Serta memperhatikan likuiditas, mengoptimalkan kondisi kas negara, serta menyesuaikan strategi pembiayaan dengan dinamika pasar keuangan. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
19:40
01:51
01:46
01:56
05:54

Viral