- FHI
FHI 2026 Catat 34 Ribu Pengunjung dari 62 Negara, Sinyal Kuat Industri F&B dan Hospitality Indonesia
Transformasi digital juga mendapat perhatian melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas dan penggunaan air secara real-time, yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, konsep Circular Food System diperkenalkan sebagai pendekatan untuk mengurangi limbah makanan melalui pencegahan, penyelamatan pangan layak konsumsi, serta pengolahan limbah organik. Upaya ini menjadi semakin relevan karena efisiensi sumber daya dan pengurangan emisi mulai menjadi faktor penting dalam daya saing industri global.
Aspek keberlanjutan juga diperluas ke bidang ketenagakerjaan melalui pembahasan mengenai pemberdayaan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) di sektor hospitality. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa praktik bisnis berkelanjutan tidak hanya terkait lingkungan, tetapi juga mencakup inklusi sosial dan pengembangan sumber daya manusia.
Di bidang pengembangan kompetensi, Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia menyelenggarakan berbagai workshop yang dipandu oleh chef profesional untuk meningkatkan keterampilan teknis pelaku industri kuliner.
Presiden ACP Indonesia, Chef Rafael Triloko Basanto, mengatakan bahwa fokus utama program tahun ini adalah peningkatan kualitas SDM melalui pembelajaran langsung.
"Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu meningkatkan kualitas SDM kuliner Indonesia melalui transfer pengetahuan, praktik langsung, serta diskusi bersama para chef profesional," ujarnya.
Workshop mencakup berbagai topik, mulai dari butchery, pastry, pasta, hingga inovasi kuliner modern. Indonesia Sommelier Association (ISA) juga menghadirkan Wine Masterclass yang membahas tren industri wine, teknik wine pairing, dan pengembangan kompetensi sommelier.
Selain forum bisnis dan pelatihan, FHI 2026 kembali menjadi ajang lahirnya talenta baru melalui berbagai kompetisi profesional di bidang kopi, teh, dan minuman kreatif. Para pemenang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional, termasuk World Barista Championship 2026 di Panama dan Final Global World Fashion Drinks Competition di Shanghai.
Ketua Specialty Tea Indonesia, Oza Sudewo, menyebut kembalinya Tea Masters Cup setelah vakum selama tujuh tahun sebagai momentum penting bagi industri teh nasional.
"Kami berharap para peserta dan pemenang dapat terus menjadi duta teh Indonesia serta memperkenalkan kekayaan teh nusantara di tingkat internasional," ujarnya.