- ANTARA
Harga Pangan Nasional Alami Kenaikan, Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.300
Jakarta, tvOnenews.com — Harga pangan nasional kembali menunjukkan tekanan pada sejumlah komoditas. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, dengan harga cabai rawit merah melonjak lebih dari 11 persen hingga menembus Rp91.300 per kilogram pada perdagangan di pasar tradisional, Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), Selasa (8/9/2026) pukul 09.00 WIB, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Sejumlah jenis beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir lokal, serta minyak goreng curah dan kemasan bermerek II turut mengalami peningkatan.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi. Harganya naik 11,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, dari sekitar Rp82.100 menjadi Rp91.300 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang melonjak 6,37 persen menjadi Rp60.150 per kilogram. Cabai rawit hijau naik 4,47 persen menjadi Rp64.250 per kilogram, sedangkan cabai merah besar meningkat 3,45 persen menjadi Rp53.900 per kilogram.
Dengan demikian, seluruh jenis cabai yang tercatat dalam data PIHPS mengalami kenaikan harga pada hari ini. Tekanan tersebut membuat cabai menjadi kelompok pangan dengan pergerakan harga paling agresif dibandingkan sejumlah komoditas lainnya.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Harga beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.900 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II meningkat 0,34 persen menjadi Rp14.700 per kilogram.
Beras kualitas medium I masih bertahan di level Rp16.550 per kilogram. Namun, beras medium II naik 0,61 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.
Pada kategori beras kualitas super, harga super I naik 0,28 persen menjadi Rp17.850 per kilogram. Sementara harga beras super II masih bertahan di Rp17.300 per kilogram.
Kenaikan harga beras terjadi di tengah pemerintah yang tengah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat. Pergerakan harga beras menjadi penting karena komoditas tersebut memiliki bobot besar dalam konsumsi rumah tangga.
Tekanan juga merambat ke kelompok protein hewani. Harga daging ayam ras segar naik 0,35 persen menjadi Rp42.700 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas I meningkat 0,1 persen menjadi Rp152.150 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas II naik 0,21 persen menjadi Rp143.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan 0,85 persen menjadi Rp29.800 per kilogram.
Kenaikan pada komoditas protein hewani tersebut membuat pergerakan harga pangan pada Selasa tidak hanya terkonsentrasi pada komoditas hortikultura.
Pergerakan harga berbeda terjadi pada kelompok gula. Harga gula pasir premium justru turun 0,25 persen menjadi Rp20.300 per kilogram.
Sebaliknya, gula pasir lokal naik 0,26 persen menjadi Rp19.100 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah naik 0,24 persen menjadi Rp20.500 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek II juga meningkat 0,21 persen menjadi Rp23.500 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I turun tipis 0,21 persen menjadi Rp24.300 per kilogram.
Di tengah dominasi kenaikan, sejumlah komoditas mencatatkan penurunan harga. Harga bawang merah ukuran sedang turun 0,91 persen menjadi Rp38.100 per kilogram.
Harga bawang putih ukuran sedang juga turun tipis 0,13 persen menjadi Rp39.500 per kilogram.
Di sisi lain, bawang merah, bawang putih, gula pasir premium, serta minyak goreng kemasan bermerek I memberikan sedikit ruang penurunan di tengah pergerakan harga pangan yang masih beragam. (agr/nba)