- Dok. Kemenkop
Banggar DPR Soroti Bunga Cicilan KDMP Rp13,4 Triliun: APBN Jangan Sampai Terbebani
"Malah kita kasih ke bank Himbara yang dia sudah punya kekuatan tersendiri lewat Danantara," tegasnya.
Dolfie menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan efektivitas penggunaan APBN.
Jangan Sampai APBN Tergerus untuk Bayar Bunga
Menurut Dolfie, pemerintah perlu memikirkan kembali formulasi anggaran bunga pinjaman KDMP. Pasalnya, di saat pemerintah menghadapi keterbatasan fiskal dan kebutuhan TKD yang besar, alokasi hingga Rp13,4 triliun untuk bunga dinilai perlu dikaji kembali.
Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi membuat APBN harus memberikan subsidi tambahan kepada perbankan.
"Kita subsidi lagi dari APBN. Tolong dipikirkan. Masa APBN kasih ke bank Himbara Rp 13 triliun, sementara APBN-nya buat transfer daerah kita babak belur seperti ini?" ujarnya.
Dolfie kemudian meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penggunaan anggaran tersebut. Ia mendorong agar dana yang dialokasikan untuk bunga pinjaman dapat direformulasikan sehingga penggunaannya lebih optimal.
"Jadi, mohon pertimbangan Rp 13 triliun ini dapat di reformulasikan," kata Dolfie.
Sorotan Banggar DPR ini menempatkan skema pembiayaan KDMP sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan APBN. Terlebih, kebutuhan anggaran untuk transfer ke daerah juga menjadi bagian penting dalam pembahasan fiskal pemerintah dan DPR.