- Bareksa
Saham CUAN Melejit 7,98%, Transaksi Tembus Rp731 Miliar di Tengah Rencana Akuisisi SINI
Manajemen CUAN menjelaskan, hasil akhir dari rencana pengambilalihan masih bergantung pada proses negosiasi dan pemenuhan berbagai persyaratan maupun persetujuan yang diperlukan.
Jika seluruh proses tersebut terpenuhi, CUAN melalui entitas anaknya diharapkan dapat menjadi pemegang saham terbesar pada SINI setelah rencana pengambilalihan selesai.
Dengan posisi tersebut, CUAN juga berpotensi memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan serta manajemen SINI.
“Dengan tunduk pada hasil negosiasi yang sedang dilakukan dan dipenuhinya seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan, diharapkan setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, maka CUAN (melalui entitas anaknya) akan menjadi pemegang saham terbesar pada SINI dan sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan serta manajemen SINI,” jelas manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).
Wajib Tender Setelah Pengambilalihan
Selain rencana menjadi pemegang saham terbesar, CUAN juga menyampaikan konsekuensi yang harus dilakukan apabila proses pengambilalihan SINI berhasil diselesaikan.
Sesuai dengan ketentuan POJK 9/2018, CUAN sebagai calon pengendali baru pada SINI akan melaksanakan penawaran tender wajib atau menunjuk perusahaan terkendali CUAN untuk melaksanakan kewajiban tersebut.
Penawaran tender wajib akan dilakukan setelah rencana pengambilalihan selesai dilaksanakan, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang diatur dalam POJK 9/2018.
Dengan demikian, penguatan saham CUAN pada perdagangan sesi I Kamis (10/9/2026) berlangsung ketika perseroan tengah melakukan proses negosiasi terkait rencana pengambilalihan SINI dan berpotensi meningkatkan posisi CUAN sebagai pengendali perusahaan tersebut.