- Istimewa
Devisa Pariwisata Indonesia Tembus 8,43 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan devisa yang dihasilkan sektor pariwisata Indonesia mencapai 8,43 miliar dolar AS sepanjang semester I 2026.
Capaian tersebut melanjutkan tren pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia yang tercatat sepanjang 2025. Pada periode tersebut, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta.
Selain kunjungan turis asing, Indonesia juga mencatat sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara selama 2025. Pada tahun yang sama, devisa pariwisata mencapai 18,27 miliar dolar AS.
"Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai 8,43 miliar dolar AS. Ini menunjukkan sektor pariwisata terus menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara," kata Ni Luh dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2026).
Ni Luh menilai perkembangan tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor pariwisata dengan mengedepankan kualitas dan keberlanjutan.
"Pengembangan pariwisata masa depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Ni Luh berharap lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar tidak hanya memiliki kemampuan teknis. Para lulusan juga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, berintegritas, serta mampu berkomunikasi dan bekerja dalam lingkungan dengan latar belakang budaya yang beragam.
Ia turut berpesan agar para wisudawan tetap membawa nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan dalam menjalankan profesi. Nilai tersebut mencakup sipakainge, sipakatau, dan sipakalebbi.
"Miliki keberanian untuk menembus batas, terus belajar, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Jadilah bagian dari generasi yang mampu membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan," demikian Ni Luh. (ant/rpi)