news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membagikan sebanyak 20.000 masker kepada pengemudi ojek online (ojol) di tiga titik pangkalan, yakni Mall Gandaria City, Stasiun Kebayoran Lama, dan MRT Blok M..
Sumber :
  • Istimewa

Ojol Pekerja atau Mitra? Pemerintah Dihadapkan pada Status Baru di Era Ekonomi Platform

Status ojol kembali menjadi sorotan. Ada yang mendorong status pekerja, sementara lainnya mempertahankan kemitraan dan fleksibilitas kerja.
Minggu, 20 September 2026 - 15:24 WIB
Reporter:
Editor :

Dengan kondisi tersebut, pemerintah perlu mempertimbangkan bagaimana status hukum pengemudi dapat disesuaikan dengan karakter pekerjaan di era ekonomi platform.

Pilihan Status Ojol Bukan Sekadar Pekerja atau Mitra

Perdebatan mengenai status ojol selama ini kerap ditempatkan dalam dua pilihan, yakni sebagai pekerja atau buruh dan sebagai mitra platform.

Namun, Rizal menilai pemerintah perlu melihat kemungkinan desain status yang lebih sesuai dengan karakter pekerjaan ojol.

Ia menyebut fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika perumusan kebijakan publik. Rizal merujuk pada teori Advocacy Coalition Framework yang melihat kebijakan sebagai hasil interaksi berbagai kelompok dengan kepentingan dan pandangan berbeda.

Dalam konteks ojol, KSOS menjadi salah satu kelompok yang membawa perspektif mengenai kemandirian pengemudi.

Pandangan tersebut kemudian perlu ditempatkan bersama aspirasi kelompok pengemudi lainnya, termasuk mereka yang mendorong agar pengemudi mendapatkan status ketenagakerjaan.

Dengan demikian, perdebatan status ojol tidak hanya berkaitan dengan penyebutan "pekerja" atau "mitra", tetapi juga bagaimana pemerintah merancang aturan yang dapat mengakomodasi kondisi kerja pengemudi di lapangan.

Pekerja Mandiri Tetap Membutuhkan Perlindungan

Mempertahankan posisi pengemudi sebagai pekerja mandiri, menurut Rizal, bukan berarti perlindungan terhadap ojol dapat diabaikan.

Pemerintah tetap memiliki ruang untuk memastikan pengemudi mendapatkan perlindungan meskipun status mereka tidak ditempatkan sepenuhnya sebagai buruh.

Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain jaminan sosial, keselamatan kerja, transparansi tarif, serta mekanisme penyelesaian sengketa antara pengemudi dan platform.

"Yang harus dihindari adalah anggapan bahwa hanya ada dua pilihan, yakni menjadi buruh sepenuhnya atau menjadi mitra tanpa perlindungan. Pemerintah perlu mencari desain baru yang sesuai dengan karakter ekonomi platform," katanya.

Persoalan tersebut menjadi penting karena pola kerja berbasis platform memungkinkan seseorang bekerja dengan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan hubungan kerja konvensional. Namun, fleksibilitas tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan kepastian dan perlindungan bagi pengemudi.

Aspirasi Pengemudi Ojol Perlu Dipetakan

Rizal berharap pandangan KSOS mengenai ojol sebagai pekerja mandiri dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah. Namun, aspirasi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai satu-satunya suara dari seluruh pengemudi ojol.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral