news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui penguatan hilirisasi bauksit secara terintegrasi di dalam negeri..
Sumber :
  • Antara

Hilirisasi Bauksit Pangkas Impor, Indonesia Berpotensi Hemat Devisa hingga Rp9 Triliun per Tahun

Kebijakan hilirisasi bauksit terbukti menekan ketergantungan industri nasional terhadap pasokan bahan baku luar negeri. 
Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan hilirisasi bauksit terbukti menekan ketergantungan industri nasional terhadap pasokan bahan baku luar negeri. 

Melalui ketersediaan alumina dari fasilitas pemurnian lokal, Indonesia diperkirakan mampu membendung kebocoran devisa sekitar Rp7 triliun hingga Rp9 triliun setiap tahunnya.

Keberhasilan tersebut dirasakan langsung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). 

Anggota holding tambang MIND ID ini kini sepenuhnya menyerap alumina hasil olahan smelter dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pabrik peleburan aluminium, setelah sebelumnya bertumpu pada pasar impor.

“Sekarang dengan memiliki sendiri alumina maka kita tidak perlu impor. Itu sudah menghemat devisa kurang lebih Rp7 triliun sampai Rp9 triliun gitu ya. Dengan Inalum sudah tidak mengimpor alumina,” kata Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum Arif Haendra dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (14/10).

Kemandirian pasokan ini terwujud lewat integrasi ekosistem bauksit–alumina–aluminium yang digarap Inalum bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Mempawah, Kalimantan Barat. 

Bijih bauksit dari area tambang Antam dimurnikan melalui fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun. 

Dari total volume tersebut, sebanyak 550 ribu ton diserap untuk konsumsi Inalum, sementara 450 ribu ton dialokasikan untuk pasar ekspor.

Kapasitas tersebut ke depan akan kembali ditingkatkan seiring rencana pembangunan SGAR Fase II, yang saat ini telah menyelesaikan tahapan studi kelayakan bank (bankable feasibility study) dan bersiap memasuki keputusan investasi akhir (final investment decision). 

Rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir ini diharapkan terus mendongkrak daya saing manufaktur domestik, khususnya di sektor otomotif kendaraan listrik (EV), konstruksi, hingga kelistrikan. (ant/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral