news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pengemudi ojek online..
Sumber :
  • Antara

Kebijakan Skema Ojol Miliki Efek Domino, Pengemudi Dinilai Belum Tentu Naik Pendapatan

perusahaan platform beroperasi dengan margin yang tipis sehingga memiliki kapasitas sangat terbatas untuk menyerap kenaikan mendadak pada basis biaya mereka.
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan penyesuaian skema baru bagi hasil antara aplikator ojek online (ojol) dan mitra pengemudi dengan komposisi 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen aplikator.

Kebijakan tersebut turut menuai sorotan tajam dari kalangan pengamat di antaranya Kepala Strategi Ekonomi dan Asia Pasifik di Access Partnership, Marcus Ng.

Marcus menilai kebijakan ini dinilai berisiko memicu efek domino yang merugikan seluruh ekosistem industri mulai dari pengemudi, konsumen, hingga kelangsungan bisnis aplikasi itu sendiri.

"Platform beroperasi melalui struktur harga berlapis yang mencakup tarif dasar, biaya layanan, dan tarif lonjakan (surge pricing)," ujar Marcus kepada awak media, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan pembatasan yang menyasar satu komponen secara sempit berisiko memicu dampak lanjutan di seluruh pasar. 

Sebab, kata Marcus, di Indonesia batas atas tersebut diperkirakan hanya berlaku untuk komisi tarif dasar sehingga platform kemungkinan harus memangkas tarif dasar agar tidak melimpahkan beban biaya yang signifikan kepada konsumen.

Di sisi lain, perusahaan platform beroperasi dengan margin yang tipis sehingga memiliki kapasitas sangat terbatas untuk menyerap kenaikan mendadak pada basis biaya mereka.

Menurutnya ketika tekanan tersebut tidak mampu diserap beban biaya mau tidak mau akan dialihkan kepada konsumen.

Marcus memaparkan situasi daya beli masyarakat yang tertekan oleh biaya hidup yang makin tinggi keterjangkauan harga merupakan kunci utama luasnya adopsi ride-hailing di Asia Tenggara. 

Para analis memperingatkan bahwa tarif yang lebih tinggi dapat mendorong konsumen kelas menengah perkotaan kembali menggunakan kendaraan pribadi atau beralih ke moda transportasi informal.

Dampaknya bagi pengemudi pun menjadi dilematis dengan berkurangnya jumlah pesanan dan total pendapatan harian menurun.

"Kebijakan ini hanya menyasar satu elemen pembentuk harga platform, bukannya hasil penghidupan yang betul-betul dipedulikan pengemudi, serta berisiko membawa lebih banyak dampak buruk daripada manfaat bagi pengemudi itu sendiri," jelasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, Ekonom Senior Segara Research Institute, YB Kadarusman mengingatkan agar desain kebijakan yang membuat biaya dan kewajiban dalam pekerjaan platform mendekati hubungan kerja konvensional perlu dihitung matang dampaknya terhadap kesempatan kerja.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral