news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peternak memberi pakan domba berbahan limbah pertanian di kandang Koperasi Rimba Tani Sejahtera, Desa Bandungrejo, Bojonegoro, sebagai bagian dari Program Petani Hutan JTB..
Sumber :
  • tvOne - dewi rina

Dari Kebiasaan Membakar ke Ekonomi Sirkular, Kisah Petani Hutan di Sekitar Lapangan Gas JTB

Petani hutan di Bojonegoro mengolah limbah pertanian menjadi pakan domba dan kompos, sekaligus mengembangkan usaha koperasi melalui Program Petani Hutan JTB.
Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:07 WIB
Reporter:
Editor :

Program yang berjalan sejak 2022 tersebut melibatkan Koperasi Rimba Tani dengan pendampingan ALAS Institute. Pendekatannya tidak sebatas memberikan sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan, tetapi juga menawarkan alternatif kegiatan ekonomi melalui pertanian organik, peternakan, dan pengolahan limbah.

Mengubah Kebiasaan Membakar Menjadi Kegiatan Produktif

Lamidi (40), salah satu pengurus Koperasi Produsen Rimba Tani Sejahtera, mengakui mengubah kebiasaan yang telah berlangsung turun-temurun bukan perkara mudah.

Sebelum program berjalan, pembakaran sisa tanaman menjadi salah satu cara yang biasa dilakukan warga untuk membersihkan lahan. Kebiasaan tersebut telah dikenal sejak lama dan diwariskan dari generasi sebelumnya.

Karena itu, mengubah perilaku masyarakat tidak cukup hanya dengan menyampaikan larangan. Warga membutuhkan alternatif yang dapat diterapkan sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

"Petani awalnya suka bakar-bakar dilahan. Itu tidak boleh dilakukan lagi dan diberi solusi sama Pertamina, kalau diberi kerjaan usaha beternak bagaimana? Itu kami jawab bisa," bebernya saat ditemui awak media di lokasi peternakan mereka.

Menurut Lamidi, tawaran untuk mengembangkan usaha peternakan menjadi salah satu jalan keluar dari kebiasaan membakar limbah pertanian. Warga mulai diperkenalkan dengan pemanfaatan sisa tanaman sebagai bahan pakan ternak, sedangkan kotoran hewan dapat diolah menjadi pupuk organik.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya diminta meninggalkan kebiasaan lama, tetapi juga memperoleh keterampilan baru untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar tempat tinggal mereka.

Head of Communication, Relation & Community Involvement & Development (Comm.Rel & CID) Zona 12, Agung Yunito Yahya, mengatakan program tersebut berangkat dari persoalan kebiasaan pesanggem membakar limbah pertanian saat membuka lahan maupun setelah panen.

"Ini bentuk kepedulian kepada masyarakat seputaran lokasi operasional kami. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam mengatasi persoalan kebiasaan pembakaran lahan tersebut, karena kita memberikan program pendampingan," ungkapnya.

Agung menjelaskan, perusahaan berupaya mencari solusi bersama masyarakat melalui pendampingan yang berorientasi pada pengembangan kegiatan produktif.

"Tujuan program ini adalah untuk merubah kebiasaan pesanggem membakar limbah lahan tidak ada lagi. Dan berganti dengan solusi dari kami, mengajari berternak domba dengan pakan dari limbah tanaman hingga pembuatan kompos bernilai ekonomi," tandasnya.

Berita Terkait

1
2
3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral