news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peternak memberi pakan domba berbahan limbah pertanian di kandang Koperasi Rimba Tani Sejahtera, Desa Bandungrejo, Bojonegoro, sebagai bagian dari Program Petani Hutan JTB..
Sumber :
  • tvOne - dewi rina

Dari Kebiasaan Membakar ke Ekonomi Sirkular, Kisah Petani Hutan di Sekitar Lapangan Gas JTB

Petani hutan di Bojonegoro mengolah limbah pertanian menjadi pakan domba dan kompos, sekaligus mengembangkan usaha koperasi melalui Program Petani Hutan JTB.
Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:07 WIB
Reporter:
Editor :

Program tersebut dikembangkan melalui beberapa tahapan. Pada 2023, Gerakan Masyarakat Tanggap Api (Gemati) difokuskan pada edukasi pencegahan kebakaran, pelatihan pembuatan pupuk organik, pembentukan kelompok peduli api, dan kampanye penghentian pembakaran lahan.

Memasuki 2024, pengembangan diarahkan pada penguatan petani hutan melalui pendampingan pertanian organik. Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui pembentukan koperasi yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dan peternakan.

Selanjutnya pada 2025, program dikembangkan melalui pendekatan ekonomi hijau berkelanjutan. Pendampingan diarahkan agar kegiatan usaha masyarakat dapat berkembang dan memiliki hubungan dengan jaringan kemitraan.

Untuk pengembangan 2026–2027, program mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan melalui pelatihan pupuk organik. Masyarakat juga mendapatkan dukungan empat paket alat produksi pupuk organik, pelatihan peningkatan hasil pertanian, serta penguatan kapasitas lembaga masyarakat desa hutan.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap praktik pertanian yang berisiko terhadap lingkungan.

Di samping pemberdayaan ekonomi, pendampingan juga menjadi ruang komunikasi antara perusahaan dan masyarakat di sekitar fasilitas operasi JTB.

Bedhah Adityo Nugroho mengatakan, interaksi dengan petani dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai aktivitas industri hulu migas, termasuk aspek keselamatan dan kegiatan operasional di lapangan.

"Selama berinteraksi dengan para petani, kami juga sekaligus memberikan pemahaman mengenai aktivitas hulu migas, seperti flaring, keselamatan, itu kita sampaikan secara kontinyu ke bapak-bapak ini," papar Bedhah.

Ia menjelaskan, masyarakat juga diberikan informasi mengenai aktivitas tertentu yang mungkin terlihat atau terdengar dari wilayah sekitar fasilitas operasi.

"Kita sounding misalnya kalau nanti di lapangan dengar suara gemuruh atau api lebih besar, nah bapak-bapak ini juga jadi perpanjangan kami untuk menyampaikan itu ke masyarakat," lanjutnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan warga yang berada di sekitar salah satu fasilitas industri hulu migas nasional.

Meski demikian, keberhasilan program pemberdayaan tetap perlu diukur dari kemampuan masyarakat mempertahankan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.

Penguatan koperasi, perluasan pasar, pengelolaan keuangan, serta peningkatan kualitas produk menjadi beberapa hal yang perlu terus dikembangkan.

Berita Terkait

1 2 3 4 5 6
7
8 9 10 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral