news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peternak memberi pakan domba berbahan limbah pertanian di kandang Koperasi Rimba Tani Sejahtera, Desa Bandungrejo, Bojonegoro, sebagai bagian dari Program Petani Hutan JTB..
Sumber :
  • tvOne - dewi rina

Dari Kebiasaan Membakar ke Ekonomi Sirkular, Kisah Petani Hutan di Sekitar Lapangan Gas JTB

Petani hutan di Bojonegoro mengolah limbah pertanian menjadi pakan domba dan kompos, sekaligus mengembangkan usaha koperasi melalui Program Petani Hutan JTB.
Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:07 WIB
Reporter:
Editor :

Produk Lokal Ngasem Menembus Pasar Lebih Luas

Pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi JTB tidak hanya dilakukan melalui Program Petani Hutan di Desa Bandungrejo. Di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, pengembangan ekonomi juga dilakukan melalui pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam program Bolo JTB.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan pendampingan tersebut adalah Ika Furi Sumiati, pemilik usaha Sumala Snack.

Ia mengembangkan beragam makanan ringan berbahan baku lokal. Produk yang dihasilkan antara lain emping atau keripik gerut, keripik ketela ungu, kacang sangrai, keripik pisang, aneka kerupuk, hingga bubur gerut.

Aneka produk UMKM Sumala Snack binaan Program Bolo JTB di Desa Ngasem, Bojonegoro, mulai dari keripik gerut, keripik ketela ungu, hingga camilan olahan lokal lainnya.
Sumber :
  • tvOne - dewi rina

Gerut merupakan salah satu tanaman lokal yang pengolahannya membutuhkan penanganan khusus karena ketersediaannya bergantung pada musim.

Sebelum berkembang dengan beragam produk, usaha tersebut mengandalkan pengolahan gerut sebagai salah satu produk utama. Seiring meningkatnya kegiatan usaha, variasi camilan mulai ditambah untuk memperluas pilihan konsumen.

Ika mengatakan, pendampingan melalui program Bolo JTB membantu pengembangan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

"Alhamdulillah, emping gerut kami menjadi bagian dari UMKM Bolo JTB yang laris dan sukses dipasaran, dan kini kita juga kembangkan camilan lainnya," kata Mbak Sum, panggilan akrabnya.

Dalam sehari, usaha tersebut dapat mengolah sekitar 20 kilogram gerut basah menjadi empat kilogram keripik gerut.

Produksi makanan ringan juga melibatkan empat orang tenaga kerja yang merupakan ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar.

Keterlibatan warga setempat menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dapat membuka kesempatan kerja di tingkat desa. Usaha rumahan tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pemilik, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat lain untuk memperoleh penghasilan.

Produk Sumala Snack juga mulai dipasarkan ke luar daerah. Perbaikan kemasan dan pengembangan kualitas produk menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar.

Pendampingan UMKM Bolo JTB dilakukan sejak 2023 oleh LIMA2B.

Perwakilan LIMA2B, Didik Jatmiko, menjelaskan pendampingan diberikan melalui peningkatan kualitas pengolahan, pengemasan, serta pemasaran produk menggunakan lokapasar. Pelaku usaha juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan pameran guna memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Berita Terkait

1 2 3 4 5 6 7
8
9 10 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral