- Pexels/SHVETS production
Tren Diet hingga Bariatrik Kian Diminati, Ini Penjelasan Lengkap dari Pola Makan hingga Pendampingan Medis
Menurut dr Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FInaCS yang merupakan Dokter Spesialis Bedah Digestif yang menangani bedah Bariatrik pasien LIGHThouse Advanced Klinik, operasi bariatrik bekerja dengan mengubah anatomi saluran cerna sehingga dapat mengontrol rasa lapar, penyerapan kalori, serta respons hormonal yang berkaitan dengan diabetes dan gangguan metabolik.
Prosedur ini umumnya direkomendasikan untuk pasien dengan kriteria tertentu, seperti:
-
BMI di atas 27,5 dengan diabetes
-
BMI di atas 30 dengan komorbid
-
BMI di atas 35 tanpa komorbid
Cara Kerja dan Jenis Operasi Bariatrik
Dalam praktiknya, bariatrik dilakukan dengan mengubah ukuran lambung atau jalur pencernaan.
Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
-
Sleeve Gastrectomy: Mengurangi sekitar 80% ukuran lambung
-
Gastric Bypass: Mengubah jalur makanan untuk mengurangi penyerapan kalori
Efeknya, pasien akan lebih cepat kenyang dan penyerapan nutrisi berkurang, sehingga berat badan turun secara signifikan.
Manfaat dan Risiko Tetap Harus Dipahami
Selain membantu menurunkan berat badan minimal 8–10 kg, bariatrik juga dapat membantu mengontrol penyakit seperti diabetes.
Namun, prosedur ini tetap memiliki risiko medis seperti pendarahan, infeksi, hingga gangguan saluran cerna. Oleh karena itu, keputusan menjalani operasi harus melalui pertimbangan matang.
Pasca Operasi, Pola Makan Berubah Total
Setelah operasi, pasien tidak bisa langsung makan seperti biasa. Pola makan harus mengikuti tahapan:
-
Minggu awal: makanan cair
-
Tahap berikutnya: makanan lumat
-
Lalu makanan lunak
-
Hingga akhirnya makanan padat setelah sekitar dua bulan
Selain itu, pasien wajib mengonsumsi protein tinggi (60–80 gram per hari) dan makan dalam porsi kecil namun sering.
Perlu Suplemen dan Pendampingan Nutrisi
Karena penyerapan nutrisi berkurang, pasien bariatrik biasanya membutuhkan suplemen seperti vitamin B12, vitamin D, dan zat besi dalam jangka panjang.
Ahli gizi Veronica S.Gz. dan program manager dari LIGHT Group menegaskan bahwa pendampingan nutrisi sangat penting, baik sebelum maupun setelah operasi. Fokusnya tidak hanya pada kecukupan nutrisi, tetapi juga edukasi pola makan baru.
Pendampingan ini membantu pasien beradaptasi dengan kondisi lambung yang lebih kecil serta menjaga hasil operasi tetap optimal dalam jangka panjang.