- Pexels/SHVETS production
Tren Diet hingga Bariatrik Kian Diminati, Ini Penjelasan Lengkap dari Pola Makan hingga Pendampingan Medis
Pendampingan Psikologis Jadi Kunci Adaptasi
Menurut Tara de Thouars yang merupakan Psikolog Klinis dari LIGHThouse Clinic., makan bagi banyak individu bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi juga menjadi mekanisme coping terhadap emosi.
Jika akar emosional tidak ditangani, pasien berisiko mengalami frustrasi setelah menjalani prosedur penurunan berat badan. Oleh karena itu, pendampingan psikolog sangat dibutuhkan agar pasien mampu beradaptasi dengan perubahan serta membangun pola pikir baru yang lebih sehat.
Program Pendampingan Komprehensif Pasca Tindakan
Pendampingan tidak hanya berlaku untuk pasien bariatrik, tetapi juga bagi mereka yang menjalani prosedur seperti liposuction Ultrasound Fat Removal (ULFRA).
Program seperti LIGHT Companion Program hadir untuk menjawab kebutuhan pemulihan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup aspek nutrisi dan psikologis. Hal ini penting karena tanpa perubahan gaya hidup, risiko penumpukan lemak kembali tetap ada meski tindakan sudah dilakukan.
Fokus pada Perubahan Gaya Hidup Jangka Panjang
Melalui pendekatan komprehensif, program pendampingan ini menekankan edukasi serta perubahan perilaku (lifestyle shifting). Tujuannya agar pasien mampu mempertahankan hasil tindakan sekaligus mencapai penurunan berat badan yang optimal.
Pendekatan ini juga membantu membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan, bukan hanya hasil instan.
Pendekatan Holistik Libatkan Banyak Tenaga Ahli
Menurut Anna Wibowo, penanganan obesitas memerlukan solusi yang terintegrasi, mulai dari sebelum hingga setelah tindakan medis.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, melibatkan ahli gizi, dokter spesialis, hingga psikolog. Tujuannya tidak hanya memastikan keberhasilan prosedur, tetapi juga membantu pasien mengatasi kecemasan dan membentuk pola hidup sehat jangka panjang. (nsp)