- istimewa
Ternyata Berbahaya, Dokter Ingatkan Jangan Sembarangan Minum Obat Penghenti Saat Diare!
Jika seseorang mengalami diare akut, langkah pertama yang paling penting bukanlah menghentikan mencret dengan obat, melainkan mengganti cairan tubuh yang hilang.
“Kalau diare akut, treatment-nya apa? Kasih oralit, cairan pengganti tubuh. Bisa oralit, minuman ion, atau air kelapa. Sekali diare langsung minumin,” saran dr. Tirta.
Tubuh yang kehilangan banyak cairan akibat diare bisa mengalami dehidrasi berat, terutama pada anak-anak dan lansia.
Gejala dehidrasi bisa berupa mulut kering, kulit kendor, mata cekung, hingga penurunan kesadaran.
Oleh sebab itu, pemberian cairan seperti oralit dan air kelapa muda sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
Selain menjaga cairan tubuh, dokter Tirta juga menjelaskan bahwa beberapa obat seperti imodium hanya boleh digunakan dalam kondisi tertentu dan harus dengan pengawasan dokter.
Obat tersebut bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus agar cairan lebih banyak diserap.
Namun, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan, terutama jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri, karena bisa memperparah kondisi pasien.
“Bisa berikan obat-obatan imodium untuk mengurangi peristaltik jadi memperkuat penyerapan, tapi tetap harus tahu penyebabnya dulu,” tutur dr. Tirta.
Selain itu, ia menyarankan untuk memperhatikan pola makan selama mengalami diare.
Hindari makanan pedas, berlemak, dan susu yang bisa memperburuk kondisi usus. Sebagai gantinya, pilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur, pisang, dan sup bening. (adk)