- Antara
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Gampang Sakit daripada Hujan Deras? Ini Penjelasan Dokter
tvOnenews.com - Musim penghujan kerap identik dengan meningkatnya risiko penyakit.
Banyak orang merasa lebih mudah jatuh sakit, terutama setelah kehujanan—bahkan muncul anggapan bahwa hujan gerimis justru lebih “jahat” dibanding hujan deras.
Benarkah demikian? Berikut penjelasan medis dari dr. Alfianto Martin.
Musim Hujan dan Risiko Penyakit
Menurut dr. Alfianto, musim hujan memang sering disebut sebagai “musim sakit”. Ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama kebiasaan setelah terkena hujan.
- Antara
“Kalau misalnya kita habis kena hujan terus habis itu basah gitu ya sebaiknya memang kita segera mengeringkan diri dan mandi,” ujar dr. Alfianto, dilansir dari kanal YouTube Hidup Sehat tvOne.
“Kalau misalnya tubuh kita basah gitu ya kita memakai pakaian yang basah itu kan tubuh otomatis akan bekerja lebih keras untuk menghangatkan tubuh sehingga itu juga akan berpengaruh ke sistem imun kita,” tambahnya.
Selain itu, faktor lingkungan juga berperan besar. Area banjir sebaiknya dihindari karena air yang terkontaminasi dapat menjadi sumber penyakit.
“Kalau misalnya memang ada area yang akan kita lewati kira-kira banjir ya sebisa mungkin kita hindarilah karena balik lagi tadi air terkontaminasi itu juga bisa menjadi sumber dari penyakit-penyakit,” ujarnya.
Waspadai Demam Berdarah dan Jaga Kebersihan
Pada musim hujan, salah satu penyakit yang paling sering muncul adalah demam berdarah.
Karena itu, dr. Alfianto menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan langkah pencegahan yang dianjurkan pemerintah.
- Antara
“Salah satu penyakitnya paling sering demam berdarah ya berarti kita harus melakukan 3M, kita kuras tempat-tempat pembuangan air, kemudian kalau misalnya memang ada sampah-sampah yang kira-kira bisa jadi tempat tergenang ya itu harus segera dibuang,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa faktor kebersihan lingkungan sangat memegang peranan penting di samping kebersihan kita sendiri.
Mitos: Gerimis Lebih Berisiko daripada Hujan Deras?
Di masyarakat beredar anggapan bahwa kehujanan gerimis lebih mudah menyebabkan sakit kepala atau pusing dibanding hujan lebat. Menurut dr. Alfianto, anggapan ini tidak benar.
“Kalau itu saya bilang mitos karena sebenarnya hampir tidak ada beda ya antara hujan gerimis dengan hujan yang lebat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa yang berpengaruh adalah perubahan cuaca dan suhu.
“Pada prinsipnya adalah tetap terjadi perubahan cuaca, perubahan suhu ujung-ujungnya itu juga yang menyebabkan seseorang itu lebih rentan untuk menderita penyakit,” ujarnya.
Dengan kata lain, bukan jenis hujannya, melainkan respons tubuh terhadap perubahan suhu yang membuat seseorang lebih rentan sakit.
“Jadi ya sama aja sebenarnya ya, kadang-kadang mindset seseorang,” tambahnya.
Gerimis maupun hujan deras sama-sama berpotensi membuat tubuh lebih rentan sakit jika tidak diantisipasi dengan baik.
Kunci pencegahan ada pada menjaga kebersihan diri dan lingkungan, segera mengeringkan tubuh setelah kehujanan, menghindari area banjir, serta tidak mengonsumsi air hujan tanpa pengolahan.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko sakit di musim hujan dapat diminimalkan. (gwn)