news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Daging Kambing.
Sumber :
  • Gemini AI

Fakta atau Mitos: Daging Kambing Bisa Sebabkan Tekanan Darah Tinggi?

Fakta atau mitos: Daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi? Simak penjelasan dokter berikut ini.
Rabu, 27 Mei 2026 - 18:55 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Saat momen Idul Adha, daging kambing menjadi salah satu bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. 

Mulai dari sate, gulai, tongseng hingga sop kambing kerap tersaji di meja makan keluarga. 

amun di balik kenikmatannya, masih banyak anggapan bahwa daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Tak sedikit orang memilih menghindari daging kambing karena khawatir tekanan darah naik setelah mengonsumsinya. 

Bahkan, ada pula yang percaya daging kambing dapat menjadi “obat” bagi penderita darah rendah. Lalu, benarkah anggapan tersebut?

Ilustrasi kambing hewan kurban
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Dokter Haekal Anshari, M.Biomed (AAM) menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebut daging kambing secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi.

“Belum ada bukti ilmiah yang mengatakan daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi,” kata dr. Haekal, dilansir tvOnenews.com dari YouTube Kata Dokter.

“Jadi jawabannya mitos,” lanjutnya.

Menurut dr. Haekal, anggapan bahwa daging kambing menjadi biang kerok darah tinggi muncul karena adanya efek panas atau efek termogenik setelah mengonsumsi daging kambing. 

Efek ini sebenarnya merupakan proses alami metabolisme tubuh ketika mencerna makanan berprotein tinggi.

Sensasi tubuh terasa lebih hangat setelah makan daging kambing sering disalahartikan sebagai tanda tekanan darah meningkat. 

Padahal, kondisi tersebut belum tentu berkaitan dengan hipertensi.

Ilustrasi Daging Kurban
Sumber :
  • Freepik

Bahkan dari sejumlah penelitian, kandungan kalori dan lemak pada daging kambing justru lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun ayam.

Dalam satu porsi daging kambing sekitar 85 gram, terkandung sekitar 122 kalori. 

Sementara daging sapi memiliki sekitar 179 kalori dan daging ayam sekitar 162 kalori.

Tak hanya itu, kandungan lemak pada daging kambing juga lebih rendah. 

Daging kambing mengandung sekitar 2,6 gram lemak, sedangkan daging sapi mencapai 7,9 gram dan daging ayam sekitar 6,2 gram.

Untuk lemak jenuh, daging kambing hanya mengandung sekitar 0,79 gram. 

Jumlah ini lebih kecil dibandingkan daging sapi yang mencapai 1,79 gram dan daging ayam sekitar 1,7 gram.

Selain itu, daging kambing juga memiliki sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. 

Salah satunya adalah zat besi yang berperan penting membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga tubuh tetap fit.

Meski demikian, dr. Haekal menjelaskan bahwa cara pengolahan daging kambing bisa menjadi faktor yang memicu kenaikan tekanan darah.

Masakan berbahan daging kambing yang menggunakan garam berlebihan, santan, atau dimasak dengan banyak minyak dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. 

Dengan kata lain, masalahnya bukan terletak pada daging kambing itu sendiri, melainkan pada bumbu dan metode memasaknya.

“Jadi tidak benar jika daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi,” ucap dr. Haekal.

Karena itu, masyarakat tetap boleh mengonsumsi daging kambing selama dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang lebih sehat. 

Mengurangi penggunaan garam, minyak berlebih, serta santan dapat menjadi pilihan agar hidangan tetap lezat sekaligus lebih aman untuk kesehatan. (gwn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:58
02:44
05:38
01:42
05:45
01:05

Viral