- Gambar ilustrasi AI
Kasus Kematian dr Icha Jadi Sorotan, Mengapa Kesehatan Mental Dokter Masih Terabaikan? Ini Fakta dan Data Penelitiannya
Tenaga medis yang mengalami depresi, kecemasan, atau burnout berisiko mengalami penurunan konsentrasi, kelelahan emosional, berkurangnya kemampuan mengambil keputusan, meningkatnya risiko kesalahan medis, hingga munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup.
Karena itu, penanganan kesehatan mental tenaga medis perlu dilakukan secara menyeluruh.
Penelitian tersebut merekomendasikan beberapa langkah, mulai dari membuka ruang dialog yang lebih terbuka mengenai kesehatan mental, menghilangkan anggapan bahwa gangguan psikologis merupakan aib, hingga membangun lingkungan kerja yang aman secara psikologis.
Selain itu, institusi kesehatan didorong menyediakan layanan konseling yang mudah diakses, memperkuat sistem dukungan antarrekan sejawat (peer support), serta menciptakan budaya kerja yang bebas dari perundungan maupun intimidasi.
Para peneliti juga menyarankan regulator mengevaluasi kebijakan yang berpotensi memperkuat stigma terhadap tenaga medis yang mengalami gangguan kesehatan mental, sehingga dokter tidak lagi merasa takut mencari bantuan profesional ketika membutuhkannya.
Kasus meninggalnya dr Icha masih menunggu hasil investigasi resmi mengenai seluruh faktor yang melatarbelakanginya.
Namun, peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa kesehatan mental tenaga medis merupakan isu yang tidak boleh diabaikan.
Di balik tanggung jawab besar menyelamatkan nyawa pasien, para dokter juga membutuhkan ruang yang aman untuk menjaga kesehatan psikologis mereka tanpa takut terhadap stigma ataupun konsekuensi terhadap karier.
Dengan dukungan yang tepat, kesejahteraan tenaga medis dapat terjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (udn)