- Pexel/Thirdman
Mengingat Penyebab Darah Tinggi, Riwayat Penyakit yang Disebut-sebut Diderita Temon sebelum Meninggal Dunia
tvOnenews.com - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan tanah air atas berpulangnya komedian senior, Simson Rarameha Ngadang atau akrab disapa Temon.
Pria yang populer lewat sitkom Abdel dan Temon ini mengembuskan napas terakhir pada Minggu (12/7/2026).
Pihak manajemen mengonfirmasi penyebab kematian mendadak sang komedian akibat serangan jantung. Di samping itu, Temon juga diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi semasa hidupnya.
Kepergian Temon menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya laten dari penyakit ini. Mari mengingat kembali apa itu darah tinggi hingga kapan harus memeriksakan keadaan ke dokter.
Apa itu darah tinggi dan penyebabnya?
- Pexels/Yaroslav Shuraev
Dilansir situs resmi milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tekanan darah tinggi, atau hipertensi, adalah kondisi kronis ketika tekanan darah pada dinding arteri meningkat secara konsisten di atas batas normal.
Seseorang didiagnosis menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.
Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab darah tinggi, yakni akibat gaya hidup kurang sehat, seperti konsumsi garam berlebih, merokok dan mengonsumsi alkohol, stres, obesitas, hingga kurang olahraga.
WHO juga menyebut bahwa polusi udara juga menjadi faktor yang paling signifikan, selain faktor usia di atas 65 tahun.
Ciri-ciri dan cara mengenali darah tinggi
- Pexels/Pavel Danilyuk
Hipertensi sering dijuluki the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala mendalam hingga kondisinya parah. Namun, ada beberapa ciri yang bisa diwaspadai jika tekanan darah melonjak tinggi.
Gejala umum meliputi sakit kepala berat, kelelahan, pandangan kabur, nyeri dada, hingga sesak napas. Mengenali tanda-tanda awal ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi berat pada pembuluh darah.
Selain itu, Mayo Clinic juga menambahkan bahwa penderita juga bisa mengalami mimisan atau pusing, meskipun gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap orang.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
- Pexels/Vlada Karpovich
Mengingat sifatnya yang tersembunyi, pemeriksaan berkala adalah satu-satunya cara pasti mendeteksi hipertensi. Seseorang yang merasakan gejala di atas atau memiliki faktor risiko seperti obesitas sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.