news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Merayakan Kemerdekaan Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Cara Tetap Kulineran dengan Lebih Sehat.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Merayakan Kemerdekaan Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Cara Tetap Kulineran dengan Lebih Sehat

Perayaan kemerdekaan identik dengan kulineran. Kenali bahaya kolesterol tinggi, gejalanya, serta cara menikmati makanan favorit dengan lebih bijak
Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com -  Bagi masyarakat Indonesia, perayaan Hari Kemerdekaan bukan sekadar upacara bendera dan perlombaan khas 17 Agustus. Ada satu tradisi lain yang hampir selalu hadir setelah berbagai kegiatan selesai: makan bersama. 

Dari masakan rumahan, jajanan kaki lima, hingga kuliner khas daerah, makanan menjadi bagian penting dari cara masyarakat menikmati kebersamaan sekaligus merayakan kekayaan budaya Nusantara.

Namun, kemeriahan tersebut juga bisa menjadi momentum untuk lebih memperhatikan kesehatan. Sebab, berbagai makanan yang hadir dalam perayaan sering kali mengandung lemak jenuh, gula, garam, atau kalori dalam jumlah tinggi jika dikonsumsi berlebihan. 

Karena itu, merayakan kemerdekaan tidak harus berarti menghindari makanan favorit, tetapi bisa dilakukan dengan lebih sadar terhadap porsi, pilihan makanan, dan kondisi tubuh.

Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah kadar kolesterol. Masalahnya, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. 

Seseorang bisa merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, sementara kadar lemak dalam darahnya sudah meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kolesterol darah yang tinggi sebagai salah satu faktor risiko penting penyakit kardiovaskular.

Kolesterol Tinggi Sering Datang Tanpa Gejala

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, tetapi kadar yang tidak sehat dapat menjadi persoalan. Terutama ketika kadar LDL atau kolesterol yang sering disebut sebagai "kolesterol jahat" terlalu tinggi.

Dalam jangka panjang, LDL dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. 

Kondisi tersebut dapat mempersempit aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Yang membuat kondisi ini perlu diwaspadai adalah tidak adanya gejala khas pada sebagian besar orang dengan kolesterol tinggi. B

ahkan, penyakit pembuluh darah dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa keluhan yang jelas. Serangan jantung atau stroke terkadang justru menjadi tanda pertama adanya masalah pada pembuluh darah.

Karena itu, rasa sehat saja tidak cukup untuk memastikan kadar kolesterol berada dalam kondisi baik. Pemeriksaan profil lipid melalui tes darah dapat membantu mengetahui kondisi kolesterol secara lebih objektif.

Tetap Bisa Kulineran, Asalkan Lebih Bijak

Momen kemerdekaan tetap dapat dirayakan dengan menikmati makanan favorit. Kuncinya adalah mengubah pola pikir dari "bebas makan apa saja" menjadi "bebas menikmati, tetapi tetap memperhatikan kesehatan".

WHO merekomendasikan sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, antara lain memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, rutin melakukan aktivitas fisik, menghindari penggunaan tembakau, serta membatasi konsumsi alkohol dan pola makan yang tidak sehat.

Dalam konteks kulineran, masyarakat dapat memulainya dengan mengatur porsi. Tidak semua makanan yang tersedia harus dicoba dalam jumlah besar. Pilihan makanan juga bisa diseimbangkan dengan sayuran, buah, sumber protein, dan air putih.

Kebiasaan bergerak setelah makan atau tetap aktif di sela-sela agenda perayaan juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat. 

Aktivitas fisik dan pola makan yang lebih baik merupakan bagian penting dalam mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Yang tidak kalah penting, jangan menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan kesehatan. Pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala dapat menjadi langkah sederhana untuk mengetahui kondisi tubuh, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu.

Merdeka Menikmati Kuliner dengan Kesadaran

Melansir dari instagram King Abdi, semangat menjaga kesehatan tersebut kemudian diangkat dalam gerakan "Merdeka Parpol (Para Pemuda No Kolesterol)". Kegiatan ini digelar di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, dengan melibatkan sejumlah kreator kuliner dan komunitas anak muda.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui permainan khas perayaan 17 Agustus dan eksplorasi kuliner menggunakan Heritage Bus. Sejumlah food creator seperti King Abdi, Nanakoot, Farida Nurhan, Ken & Grat, Anak Kuliner, Olivia MCI, Harbi, dan AA Juju Makanlur, serta lifestyle creator Mister Aloy turut terlibat.

Kemerdekaan itu soal bebas menikmati momen dan melakukan hal-hal yang kita suka. Begitu juga dengan kulineran.

Pada akhirnya, merayakan kemerdekaan tidak harus berhadapan dengan pilihan antara bersenang-senang atau menjaga kesehatan. 

Keduanya dapat berjalan beriringan selama masyarakat lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi, seberapa banyak porsinya, dan bagaimana menjaga keseimbangan gaya hidup. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
05:07
01:30
06:26
01:12
01:16

Viral