news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Penelitian Kencing Unta.
Sumber :
  • Dibuat oleh ChatGPT

Apa Benar Kencing Unta Bisa Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker? Ini Penjelasannya

Benarkah kencing unta bisa menghambat pertumbuhan sel kanker? Prof. Zulys menjelaskan hasil penelitian, batas bukti ilmiah, dan konteks hadis pengobatan.
Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kencing Unta disebut memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan Sel Kanker, khususnya kanker payudara. Klaim ini muncul setelah penelitian menemukan adanya efek penghambatan pertumbuhan sel kanker dalam pengujian laboratorium dan hewan. Namun, apakah Kencing Unta benar-benar bisa digunakan sebagai obat kanker pada manusia?

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc., menjelaskan bahwa penelitian mengenai potensi Kencing Unta memang menarik untuk dikaji secara ilmiah. Meski demikian, hasil penelitian tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa urin unta efektif sebagai pengobatan kanker pada manusia.

Selain membahas temuan ilmiah, Prof. Zulys juga menjelaskan konteks hadis tentang penggunaan susu dan kencing unta untuk pengobatan. Menurutnya, pemahaman terhadap riwayat tersebut perlu disertai penelusuran konteks dan verifikasi ilmiah agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Penelitian Kencing Unta terhadap Sel Kanker

Dalam unggahan Reels di akun Instagram pribadinya pada 21 Agustus 2026, Prof. Zulys menjelaskan penelitian yang menguji potensi urin unta terhadap sel kanker payudara.

Ia merujuk pada penelitian berjudul The Growth Inhibitory Potential and Antimetastatic Effect of Camel Urine on Breast Cancer Cells In Vitro and In Vivo yang diterbitkan dalam jurnal Integrative Cancer Therapies pada 2017.

“Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Integrative Cancer Therapies menguji urin unta pada sel kanker payudara dan tikus laboratorium. Hasilnya cukup menarik, urin unta mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, memicu kematian sel kanker,” ucap Prof. Zulys.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Integrative Cancer Therapies, volume 16, nomor 4, halaman 540–555. Artikel ini pertama kali diterbitkan secara daring pada 23 Juni 2016 dan memiliki DOI 10.1177/1534735416656051.

Temuan tersebut menunjukkan adanya potensi biologis yang dapat diteliti lebih lanjut. Namun, hasil pengujian pada sel di laboratorium (in vitro) dan hewan uji (in vivo) tidak bisa langsung disamakan dengan efek pengobatan pada manusia.

Belum Terbukti Menjadi Obat Kanker pada Manusia

Prof. Zulys mengingatkan bahwa hasil penelitian awal perlu ditafsirkan secara hati-hati. Efek yang ditemukan dalam pengujian laboratorium belum otomatis menunjukkan bahwa suatu bahan aman dan efektif digunakan oleh pasien kanker.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral