- Gambar ilustrasi AI
Rumah Sakit Mulai Mengadopsi AI dan Digitalisasi, Apa Dampaknya bagi Pelayanan Pasien?
“Transformasi digital bukan tentang seberapa banyak teknologi yang dimiliki rumah sakit, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi pasien dan kualitas pelayanan. Kami percaya rumah sakit yang kuat adalah rumah sakit yang mampu menjaga keselamatan pasien, mengelola sumber daya secara efisien, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. Inilah arah transformasi yang ingin kami dukung bersama Telkom dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Kesiapan SDM dan Tata Kelola Menentukan Dampak bagi Pasien
Integrasi sistem dan pemanfaatan kecerdasan buatan tidak otomatis membuat pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik.
Ada sejumlah faktor yang harus disiapkan agar teknologi dapat digunakan secara efektif, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, keamanan informasi, hingga pendampingan operasional.
Tantangan tersebut menjadi perhatian terutama bagi RSUD yang memiliki keterbatasan tenaga teknologi informasi internal. Tanpa dukungan yang memadai, penerapan sistem digital berpotensi tidak berjalan optimal atau sulit disesuaikan dengan kebutuhan operasional rumah sakit.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Telkom dan ESTRADA membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan layanan terkelola atau Managed Service. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu rumah sakit mengadopsi dan mengelola teknologi sesuai kebutuhan serta kapasitas masing-masing.
- ist
Inisiatif tersebut turut didukung mitra teknologi Dahua dan RansNet sebagai bagian dari ekosistem pendukung transformasi digital rumah sakit. ESTRADA, yang memiliki kantor di Jakarta dan Surabaya, juga menyatakan komitmennya untuk mendampingi transformasi RSUD di Jawa Timur melalui pengembangan solusi dan dukungan layanan berkelanjutan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan digitalisasi rumah sakit bukan sekadar jumlah sistem yang terhubung atau teknologi baru yang diterapkan. Hal yang lebih penting adalah apakah integrasi informasi dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara lebih berkesinambungan, apakah data pasien terlindungi, dan apakah pengelolaan rumah sakit menjadi lebih efektif.
Melalui RSUD NEXTGEN, kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan industri teknologi didorong untuk memperkuat arah transformasi tersebut. SATUSEHAT menjadi fondasi keterhubungan data, sementara kesiapan infrastruktur, keamanan informasi, sumber daya manusia, dan tata kelola menentukan bagaimana teknologi dapat diterjemahkan menjadi manfaat bagi pasien dan masyarakat. (udn)