- freepik
Jangan Asal Isi Radiator Mobil Pakai Air Biasa atau Air AC, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Jebol
Namun, air distilasi tetap tidak disarankan sebagai pengganti coolant untuk penggunaan jangka panjang. Pasalnya, air tersebut tidak mengandung zat pelindung antikarat.
Jika coolant habis dalam kondisi darurat, air bersih bisa digunakan sebagai solusi sementara. Pengendara tetap perlu memeriksa penyebab berkurangnya cairan dan mengembalikan campuran coolant sesuai spesifikasi.
Pengendara juga tidak boleh membuka tutup radiator ketika mesin masih panas. Tekanan dalam sistem pendingin dapat membuat cairan panas menyembur dan menyebabkan luka bakar.
Pemeriksaan cairan radiator secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan. Perhatikan volume coolant, perubahan warna, serta kemungkinan munculnya endapan atau kebocoran.
Dengan demikian, penggunaan air biasa maupun air AC secara terus-menerus sebaiknya dihindari. Memilih radiator coolant yang tepat dapat membantu menjaga performa pendinginan dan mencegah biaya perbaikan mesin yang mahal. (fan)