- Kolase tvOnenews.com / YouTube MAIA ALELDUL TV / Instagram @gosip_danu
Terbongkar Alasan Mawa Menolak Mentah-mentah Ajakan Damai Inara dan Insanul
tvOnenews.com - Konflik cinta segitiga yang melibatkan Insanul Fahmi, Wardatina Mawa, dan Inara Rusli semakin memanas setelah muncul upaya damai dari pihak Insanul Fahmi dan Inara.
Namun, respons tegas justru datang dari Mawa yang secara terang-terangan menolak ajakan damai tersebut.
Sebelumnya, Insanul Fahmi melalui kuasa hukumnya menyatakan itikad baik untuk kembali menjalin komunikasi dengan Mawa.
Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Insatgram Insanul Fahmi / YouTube MAIA ALELDUL TV)
Ia bahkan disebut siap merendahkan diri di hadapan keluarga Mawa demi memperbaiki hubungan yang telah retak.
Langkah tersebut diambil lantaran selama ini komunikasi pribadi antara Insanul dan Mawa kerap tersumbat akibat pengaruh pihak ketiga yang diduga sengaja memperkeruh suasana.
Tak hanya Insanul, Inara Rusli juga menunjukkan kesiapannya untuk berdamai. Inara bahkan bersedia bertemu langsung dengan Mawa dalam sebuah pertemuan tiga pihak yang juga melibatkan Insanul Fahmi. Namun, harapan damai itu justru bertepuk sebelah tangan.
Mawa Tegas Tolak Restorative Justice
Sikap tegas Mawa akhirnya terungkap ke publik. Melalui kuasa hukumnya, Mawa menolak mentah-mentah ajakan restorative justice yang diajukan oleh Inara dan Insanul Fahmi terkait laporan dugaan perzinahan.
Dalam wawancara yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi pada 10 Januari 2026, Althur Napitupulu selaku kuasa hukum Wardatina Mawa menyampaikan pernyataan resmi terkait penolakan tersebut.
“Terkait dengan restorative justice memang kita sudah berbicara dengan Mawa dan juga keluarga. Nah, terkait dengan hal tersebut memang pada prinsipnya kita menolak adanya restorative justice tersebut,” ujar Althur.
Tak hanya itu, pihak kuasa hukum juga telah mengirimkan surat resmi kepada penyidik sebagai bentuk penolakan atas permintaan damai tersebut.
“Dan pada hari ini kita sudah mengirimkan surat tanggapan berupa penolakan terhadap RJ yang diajukan oleh Saudara IF dan Saudari IR. Kita harapkan dengan adanya surat tanggapan dan surat dari kami kuasa hukum Mawa ee proses penyidikan segera dijalankan,” lanjutnya.
Pertimbangan Internal dan Penolakan Poligami
Althur menjelaskan bahwa ada pertimbangan internal yang menjadi dasar kuat keputusan Mawa menolak damai. Namun, alasan tersebut tidak bisa dipaparkan secara detail ke publik.
“Pertimbangan-pertimbangan internal yang tidak bisa disampaikan,” katanya singkat.
Saat awak media menyinggung kemungkinan penolakan Mawa terhadap poligami sebagai salah satu alasan, Althur membenarkan hal tersebut.
Awak media bertanya, “Salah satunya menolak untuk poligami juga, Bang atau seperti apa?”
“Salah satunya seperti itu,” jawab Althur.
Pernyataan ini memperjelas sikap Mawa yang tetap kukuh pada pendiriannya. Ia memilih menutup peluang rujuk dan menolak opsi poligami yang sempat dikaitkan dalam konflik ini.
Mawa Tetap Ajukan Perceraian
Tak berhenti sampai di situ, kuasa hukum Mawa lainnya, Darma Praja Pratama, menegaskan bahwa kliennya tetap akan melanjutkan proses perceraian dari Insanul Fahmi.
“Mawa tetap akan bercerai. Hanya waktunya memang masih belum dipastikan kapannya karena memang masih menjalani di proses di Polda ini,” ungkap Darma.
Pernyataan tersebut memperkuat posisi Mawa yang memilih jalur hukum dan menutup kemungkinan damai, baik dengan Inara maupun Insanul Fahmi.
Tanggapan soal Dugaan Ilegal Akses
Kuasa hukum Wardatina Mawa juga menanggapi upaya pihak Inara yang disebut-sebut ingin agar Mawa diperiksa polisi sebagai terduga terlapor atas dugaan ilegal akses terhadap Insanul Fahmi.
Menurut pihak Mawa, dugaan ilegal akses dan dugaan perzinahan merupakan dua peristiwa yang berbeda dan tidak bisa disamakan.
Ia menegaskan bahwa Mawa adalah korban dalam dugaan perzinahan yang melibatkan Inara dan Insanul Fahmi.
Oleh karena itu, pernyataan dari pihak Inara dianggap menyesatkan dan tidak sesuai fakta.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, sikap Mawa menolak damai semakin jelas. Keputusan Mawa tolak damai bukanlah keputusan emosional semata, melainkan hasil pertimbangan matang bersama keluarga dan kuasa hukum. Kasus ini pun dipastikan masih akan terus bergulir dan menjadi perhatian publik.
(anf)