- Kolase Istimewa & Instagram/@@senator_emiliacontessa
Mantan ART Denada Ikut Bicara soal Anak Penyanyi Dangdut Itu
Jakarta, tvOnenews.com — Mantan asisten rumah tangga (ART) Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, Sofi ikut bicara terkait kegaduhan isu dugaan penelantaran anak.
Sofi menyoroti gugatan yang dilayangkan pemuda asal Banyuwangi Al Ressa Rizky Rossano. Denada digugat sebesar Rp7 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, dengan nomor seri 288.
Sofi selaku mantan ART Denada mengaku kaget adanya gugatan tersebut. Ia membongkar fakta terkait Al Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak biologis sang penyanyi.
- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
"Kalau saya sih enggak pernah dengar-dengar ya, enggak pernah ada isu apa gitu, enggak ada," ujar Sofi dilansir tvOnenews.com dari Cumicumi, Selasa (13/1/2026).
Sofi kebetulan telah bekerja sebagai ART keluarga Denada dan fotograger ternama Jerry Aurum. Ia cukup dekat dengan keluarga rapper papan atas tersebut.
Menurut Sofi, Denada hanya memiliki seorang putri. Sosok anaknya dari pernikahan Jerry Aurum bernama Shakira Aurum yang kini bernama Aisha Aurum.
"Intinya, saya mengetahui anak Mbak Denada tuh Shakira doang. Sekarang namanya Aisha. Jadi, saya enggak tahu, intinya saya tahunya punya anak satu," katanya.
Saat ditanya mengenai sosok Al Ressa Rizky Rossano, Sofi memberikan pengakuan mengejutkan. Ia merasa pernah bertemu dengan pemuda asal Banyuwangi tersebut.
Namun Sofi tidak begitu menghiraukan Ressa. Ia hanya mengetahui Ressa hanya orang terdekat atau bagian dari keluarga Denada.
Berdasarkan dari keterangan kuasa hukum Ressa, Ronald Armada menjelaskan, pemuda berusia 24 tahun itu diasuh oleh adik kandung mendiang Emilia Contessa.
Sementara, nama adik kandung almarhumah ibu Denada ialah sosok Dino Rossano Hansa. Ia telah mengasu Ressa sedari bayi setelah dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi.
Tak ayal, Ressa masih bisa bertemu dengan keluarga Denada lainnya. Namun pemuda berusia 24 tahun itu mulanya hanya mengetahui Denada sebagai kakak sepupu, sedangkan ia adalah adik sepupunya.
"Tapi kan aku enggak tahu kalau itu anaknya Mbak Dena. Setahu saya itu dari dulu sama Bu Emil. Bukan, bukan anaknya Mbak Dena, mungkin saudaranya atau anak siapa, aku enggak tahu, emang pernah lihat juga saya," jelas Sofi.
- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
Lebih lanjut, Sofi mengaku sebagai ART juga cukup dekat dengan keluarga Denada lainnya. Ia bahkan sering main ke keluarga besar Dino Rossano Hansa saat momen tertentu.
"Soalnya saya kalau lebaran diajak ke sana, bisa dua minggu. Sebelum almarhumah Bu Emil meninggal, saya sering ke sana. Semenjak saya punya suami lagi, jadi saya enggak boleh ke sana ke sini lagi," ucapnya.
Sebelumnya kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Moh Firdaus Yulianto mengatakan, Ressa menggugat Denada sebesar Rp7 miliar ke PN Banyuwangi. Gugatan tersebut telah masuk sejak 26 November 2025.
"Kami mendapatkan kuasa untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas nama inisial D. Klien kami ingin memperjuangkan hak-haknya sebagai anak kandung agar bisa dipenuhi melalui gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi," ungkap Firdaus kepada Tim tvOnenews.com, Kamis (8/1/2026).
Kemudian, Ressa mengungkap kondisi pilunya yang mengkhawatirkan. Ia harus hidup di tengah keterbatasan ekonomi sejak diasuh keluarga adik kandung mendiang Emilia Contessa.
Ressa bahkan sempat dijanjikan kuliah di Ibu Kota. Alih-alih keinginan itu terwujud, ia memilih kampus swasta di Banyuwangi, Jawa Timur.
Sayangnya pendidikan tingginya tidak berjalan sempurna. Ia hanya sampai bertahan semester 4 karena terhalang keterbatasan ekonomi.
Kuasa hukum Ressa lainnya, Ronald Armada mengungkapkan Ressa kaget baru mengetahui Dino dan istri bukanlah orang tua kandung aslinya. Ia mencari tahu sendiri sehingga meyakini Denada adalah ibu kandung aslinya.
Ronald yang juga mengaku sebagai anak menantu dari keluarga Dino mengatakan, perekonomian pihak keluarga besarnya kini jatuh.
Ironisnya, istri dari Dino mendapat serangan psikis dari Denada yang memicu Ressa meminta pertanggungjawaban terhadap haknya sebagai anak biologis Denada.
- Instagram/denadaindonesia
Kuasa hukum Denada Tambunan, Muhammad Iqbal merespons gugatan tersebut. Ia mengatakan, kliennya masih dalam kondisi santai.
Menurut Iqbal, gugatan dilayangkan pemuda asal Banyuwangi itu salah alamat. Ia mengatakan, motif dugaan penelantaran anak bukanlah di Pengadilan Negeri.
"Kalau ngomong penelantaran kan ya pidana. Kalau masalah ngomong nafkah-nafkah anak karena Muslim, ya harusnya di Pengadilan Agama (PA)," ujar Iqbal dalam keterangan resminya.
Iqbal mempertanyakan motif gugatan dilayangkan Al Ressa. Jika berurusan dengan penelantaran anak, seharusnya telah dilaporkan sejak dulu.
"Kenapa kok baru sekarang? Bahkan yang melayangkan gugatan ini pun, ya masih lingkup saudara," tuturnya.
Sementara, manajemen Denada, Risna Ories buka suara atas kegaduhan merebak di ruang publik. Ia menyayangkan isu dugaan penelantaran anak menjadi konsumsi publik.
"Sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun semua keluarga memiliki privasi, semua keluarga punya cerita," tukas Risna Ories.
(hap/amr)