- Tangkapan layar
Babak Baru Perseteruan Denada dan Ressa Rizky Rossano
tvOnenews.com — Perseteruan antara Ressa Rizky dan penyanyi Denada kini memasuki babak baru yang kian memanas. Pihak Ressa menilai tidak adanya itikad baik dari Denada selaku tergugat dalam proses mediasi yang telah dijadwalkan.
Kuasa hukum Ressa Rizky Ronald Armada mengaku kecewa karena pihak Denada disebut tidak pernah hadir dalam upaya mediasi yang seharusnya menjadi ruang penyelesaian secara kekeluargaan.
“Saya sangat menyayangkan. Seharusnya kalau ada kebijaksanaan, mediasi itu dimanfaatkan. Faktanya, tidak pernah hadir,” ujar Ronald Armada saat konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Karena jalur dialog kekeluargaan dinilai menemui jalan buntu, Ronald menegaskan pihaknya siap menempuh langkah hukum lanjutan, termasuk pembuktian melalui tes DNA.
“Langkah terakhir yang akan kami ambil adalah tes DNA. Akurasinya sudah mencapai 99,99 persen,” tegasnya.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia
Gugatan tersebut berawal dari tuntutan pengakuan Ressa Rizky sebagai anak biologis Denada, yang diklaim telah dititipkan kepada seorang perempuan bernama Ratih sejak tahun 2002.
Selain pengakuan status anak, pihak Ressa juga mengajukan gugatan materiil dan imateriil dengan total nilai mencapai Rp13,65 miliar.
Meski nilai gugatan tergolong fantastis, Ressa Rizky yang hadir dalam konferensi pers menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan dilandasi motif materi semata. Ia mengaku hanya menginginkan pengakuan dan haknya sebagai seorang anak.
“Intinya aku cuma pengin meluk Mbak Denada dan cium kakinya saja. Itu aja,” ucap Ressa dengan suara bergetar.
Hingga kini, Denada belum memberikan pernyataan langsung terkait polemik tersebut. Namun, melalui manajemennya Risna Ories Denada telah menyampaikan sikap resmi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima media pada Senin (12/1/2026), Risna Ories menyatakan pihak manajemen merasa prihatin atas isu yang berkembang di ruang publik, mengingat persoalan ini merupakan ranah privat keluarga.
- Kolase tim tvOnenews
“Kami sangat prihatin atas isu publik yang berkembang. Ini adalah urusan keluarga, dan setiap keluarga memiliki privasi serta cerita masing-masing,” tulis Risna Ories.
Manajemen menegaskan bahwa perkara ini bukan hal yang mudah bagi Denada. Seluruh proses telah diserahkan kepada tim kuasa hukum, sembari meminta ruang dan waktu agar Denada dapat menyikapi persoalan tersebut secara tenang dan proporsional.
“Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami memohon pengertian agar Denada diberikan ruang dan waktu dalam menelaah perkara ini, dengan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujar Risna.
Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan dan publik menantikan kelanjutan penyelesaian konflik yang melibatkan hubungan keluarga tersebut.