news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kades Hoho Alkaf dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi

Di Depan Dedi Mulyadi, Kades Hoho Ungkap Kisruh Seleksi Perangkat Desa di Banjarnegara

​​​​​​​Kades Hoho mengungkap kisruh seleksi perangkat desa di Banjarnegara saat bertemu Dedi Mulyadi. Ia mengaku menghadapi tekanan meski proses sudah sesuai prosedur.
Senin, 16 Maret 2026 - 05:24 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Hoho Alkaf atau Welas Yuni Nugroho mengungkap polemik seleksi perangkat desa yang tengah terjadi di wilayahnya saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Momen tersebut terlihat dalam tayangan di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan itu, Kades Hoho datang langsung ke rumah Dedi Mulyadi dan menceritakan berbagai hal terkait kondisi desa yang dipimpinnya. Ia dikenal sebagai kepala desa yang sempat viral karena bertato dan kerap menggunakan dana pribadinya untuk membantu pembangunan desa.

Namun di balik itu, Hoho mengaku sedang menghadapi polemik terkait seleksi perangkat desa. Bahkan, ia sempat mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga oknum LSM setelah menolak membatalkan hasil seleksi perangkat desa pada 11 Maret 2026.


Kades Hoho Alkaf dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Awalnya, Hoho menjelaskan kepada Dedi Mulyadi bahwa proses seleksi perangkat desa sebenarnya telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Para peserta sudah melalui tahapan pendaftaran hingga ujian.

“Daftar ya, ujian sudah jalan. Terus setelah ujian itu sudah mulai ada orang-orang yang tidak percaya kemudian bersurat ke mana-mana, ke bupati, ke camat, agar ujiannya dibatalkan,” ujar Hoho.

Menurutnya, sejumlah pihak menilai proses seleksi tersebut tidak adil. Padahal, berbagai klarifikasi telah dilakukan melalui forum audiensi yang menghadirkan banyak pihak.

Hoho menjelaskan bahwa audiensi pertama dilakukan di kantor desa dan dihadiri oleh camat, dinas terkait, bagian hukum hingga Inspektorat.

“Cuma sudah audiensi pertama di awal di kantor desa sudah dijawab semua. Yang datang waktu itu camat, dinas, hukum, Inspektorat juga datang. Sudah dijawab semua, tapi mereka masih enggak percaya,” kata Hoho.

Ia mengatakan bahwa persoalan tersebut bahkan dibawa hingga ke tingkat provinsi, namun pertanyaan yang diajukan tetap sama.

“Pertanyaan yang sama sudah dijawab juga, cuma sampai ke mana begitu,” lanjutnya.

Mendengar cerita tersebut, Dedi Mulyadi kemudian menanyakan apakah benar ada masalah dalam proses seleksi tersebut.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:32
02:38
01:37
01:55
01:48
03:02

Viral