- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Kisah Viral Asep Mudik Jalan Kaki ke Ciamis, Heran Penjual Cilok itu Tak Punya Ongkos
KDM Kaget Asep Selalu Habiskan Penghasilan Jualan Cilok
Alih-alih menabung penghasilannya, Asep justru selalu boros menghabiskan uangnya. Penjual cilok itu mengaku uangnya kerap kali dihabiskan untuk mendaki gunung.
Gubernur Jabar itu semakin kaget mendengar pengakuan Asep. Ia membandingkan kisah tukang becak yang sudah paruh baya di Cirebon.
KDM menjelaskan, tukang becak tersebut selalu menyimpan penghasilan sebesar Rp10 ribu di jok becak. Pria paruh baya itu pun bisa mudik Lebaran dari hasil tabungan sebesar Rp2 juta.
Sebaliknya, KDM terkejut Asep pilih menghabiskan uang demi memenuhi hobi mendaki gunung. Padahal warga Ciamis itu masih muda yang seharusnya bisa mengatur keuangannya.
"Bapak kan anak muda umur 30 tahun lebih, kenapa sampai ongkos ke Ciamis nggak punya? Sedangkan Bapak tiap hari jualan? Karena uangnya oleh Bapak dihabiskan untuk kegiatan naik gunung," paparnya.
KDM Semprot Asep
Asep seketika terdiam membisu. KDM langsung menyayangkan mentalitas anak muda zaman sekarang.
Ia menuturkan, apabila penghasilan berjualan cilok berkurang di Ramadhan, justru Asep tidak boleh menghaburkan uangnya.
"Sehingga pas Lebaran, pas puasa Bapak harusnya istirahat selama sebulan karena jumlah pembeli juga menurun, Bapak kehabisan uang untuk pulang mudik ke Ciamis. Berarti kesusahan Bapak diciptakan oleh siapa?," sentil KDM.
Namun begitu, pria bernama Dedi Mulyadi itu tetap memberikan bantuan kepada Asep. Ia mengguyur uang sebesar Rp4 juta agar Asep membangun usaha cilok sendiri.
Sebelumnya, kisah Asep mudik berjalan kaki viral di media sosial. Ia nekat menuju kampung halamannya tanpa bekal ongkos yang cukup.
Ironisnya, Asep hanya menggantungkan 50 butir cilok dan sebotol sirup. Tujuannya untuk menambah uang ongkos saat mudik ke Desa Gunungcupu, Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Di balik kekurangan ongkos tersebut, Asep mengaku hasil dagang cilok berkurang drastis selama bulan Ramadhan. Karena kekurangan ongkos, hal ini menyebabkan ia mudik berjalan kaki akibat tak mampu membeli tiket bus.
Langkah perjalanan Asep tidak berjalan mulus. Ia sempat menumpang truk dari Rancaekek menuju Nagreg.