- foe peace simbolon
1 Bulan Lalu Hendrikus yang Diduga Habisi Nyawa Nus Kei Unggah 'Dikasih Kerjaan 1 M Ambil Ginjal Bintang', Kini Jadi Tersangka
Jakarta, tvOnenews.com - Hendrikus Rahayaan (28), tersangka kasus pembunuhan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menuai sorotan publik. Perhatian itu tak lepas dari jejak digital milik sang atlet MMA.
Publik menyoroti unggahan Hendrikus Rahayaan dalam satu bulan lalu. Melalui Instagram pribadinya, atlet MMA itu diduga membicarakan tentang pekerjaan.
Hendrikus Rahayaan mengaku sedang mendapat tawaran pekerjaan. Menariknya, bayaran pekerjaan tersebut cukup fantastis.
Pria dikenal dengan nama Kei Bad Boy itu menyebut jumlah bayarannya bernilai Rp1 miliar. Tersangka pembunuhan Nus Kei ini menyematkan tulisan tersebut dalam sebuah foto.
"Dikasih kerjaan Rp1 M ambil ginjal bintang," tulis Hendrikus dikutip, Rabu (22/4/2026).
- Instagram/@hendrikus.rahayaan
Dalam sebuah foto yang diunggah, ia terlihat sedang bimbang. Ia memperlihatkan dirinya dibalut dengan kebimbangan sambil memandangi hamparan sawah yang hijau.
Kendati demikian, Hendrikus tidak menjelaskan secara spesifik mengenai tawaran pekerjaan tersebut. Ia hanya sedang berpikir untuk memutuskan menerima pekerjaan itu.
Suasana hati Hendrikus setelah mendapat tawaran pekerjaan itu dituangkan dalam caption unggahan tersebut. Adapun unggahan itu dibuat pada 9 Maret 2026.
"Mikir-mikir dulu," tulis Hendrikus.
Selain itu, tulisan dalam kaos dikenakan Hendrikus juga menuai sorotan. Tulisan yang disematkan sang petarung melalui pakaiannya, yakni "Bakumalawang Mati".
Sontak, publik memberikan berbagai asumsi. Ada yang menyebut berkaitan dengan profesinya sebagai petarung, ada juga yang berpendapat tawaran itu berbicara tentang hal lain.
Menurut warganet, tingkat pekerjaan tersebut berisiko tinggi. Pendapat itu ditandai dari kebingungan yang diungkap Hendrikus.
Fakta Terbaru Sosok Hendrikus Rahayaan Tersangka Penikaman Nus Kei
- dok.kolase tvOnenews.com /Youtube wartakota
Sebelumnya, polisi membeberkan sejumlah fakta terbaru, terutama motif di balik Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan (36) menikam Nus Kei.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menyampaikan hasil dari pemeriksaan pelaku. Kedua pelaku melakukan aksi terhadap korban dibalut dengan aksi balas dendam.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pelaku adalah balas dendam," ujar Rositah kepada awak media, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut, Rositah menjelaskan, HR dan FU memiliki dendam kepada paman John Kei itu. Sebab, Nus Kei dinilai sebagai otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku.
Aksi pembunuhan tersebut terjadi pada 2020. Sementara, saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun biasa disapa Dani Holat.
"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku," terang Rositah.
Kata dia, pelaku menyebut kejadian itu persis di sekitar Apartemen Metro Galaxi Kalimalang, Bekasi.
Terkini, polisi menetapkan Hendrikus dan Finansius sebagai tersangka. Rositah menjelaskan, keputusan itu seuusai penyidik Polda Maluku menggelar perkara dari hasil pemeriksaan intensif.
Ia menegaskan, polisi memastikan proses hukum berjalan dengan lancar. Kedua pelaku langsung ditahan di dalam rutan.
"Sudah dtetapkan (sebagai) tersangka dan ditahan di Rutan Polda Maluku tadi malam," tegas Rositah.
Kedua pelaku penikaman Nus Kei terjerat pasal berlapis. Mereka diduga terlibat dalam dugaan pembunuhan berencana sehingga potensi mendapat hukuman berat, seperti penjara 20 tahun, seumur hidup hingga pidana mati.
Kronologi Pembunuhan Nus Kei
- Istimewa
Diketahui, Nus Kei tewas setelah bersimbar darah. Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara ini meninggal dunia akibat menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK).
Rositah menjelaskan kronologi insiden tersebut. Hal itu terjadi setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026), sekitar pukul 11.25 WIT.
di area pintu keluar bandara, korban mendadak langsung ditikam. padahal korban baru saja mendarat dari Jakarta.
"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian," jelasnya.
Korban langsung dibawa oleh keluarga. Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT agar mendapat penanganan medis.
Sayangnya penanganan tersebut berakhir gagal. Nyawa Nus Kei tidak dapat diselamatkan lantaran terluka parah.
Polisi mendengar insiden tersebut sehingga langsung melakukan pengejaran. Hanya butuh waktu dua jam, terduga pelaku berhasil diamankan untuk proses penyelidikan.
(hap)