- Antara
Terungkap! Pengasuh Daycare Little Aresha Diduga Ambil Jatah Makan Anak hingga Korban Dibiarkan Kelaparan
“Setiap pulang dia selalu kelaparan, nangis, ketakutan. Bahkan tadi malam dia tidur enggak mau di kasur tanpa ada bantal,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan emosional anak.
Dalam usia dini, pengalaman buruk seperti ini dapat meninggalkan trauma yang berpotensi berdampak jangka panjang.
Kasus daycare Little Aresha ini semakin meluas setelah diketahui bahwa sebanyak 53 anak diduga menjadi korban penganiayaan dan kelalaian oleh pengurus serta pengasuh.
Jumlah ini tentu menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan tempat penitipan anak, khususnya di wilayah Yogyakarta.
Selain dugaan pengambilan jatah makanan, berbagai laporan lain juga mengindikasikan adanya pola perlakuan yang tidak layak terhadap anak-anak.
Hal ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memilih daycare.
Tidak hanya fasilitas dan lokasi, tetapi juga kredibilitas, pengawasan, serta rekam jejak pengelola harus menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dari pemerintah terhadap lembaga penitipan anak.
Standar operasional, izin resmi, serta sistem pengawasan yang ketat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan demi memastikan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak. (adk)