- YouTube/KANG DEDI MULYADI - Instagram/uscremonese
Top 3 Sepekan: Kepsek di Jabar Sepakat dengan KDM, 2 Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-Sapu, hingga Media Italia Heran
Kondisi ini membuat ikan endemik atau lokal sulit bertahan, sehingga ekosistem menjadi tidak seimbang.
Untuk mengatasi masalah ini, Dedi mengusulkan dua langkah utama.
Pertama, melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara masif dan serentak agar populasinya cepat berkurang.
Kedua, memperbaiki kualitas air sungai agar ikan endemik bisa kembali hidup dan bersaing secara alami.
Ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang sudah mulai menangkap ikan sapu-sapu, meski masih dilakukan secara individu.
Namun, menurutnya, solusi jangka panjang tetap bergantung pada upaya perbaikan lingkungan.
Fenomena ini sebelumnya juga terjadi di Jakarta, di mana pemerintah setempat melakukan penangkapan massal ikan sapu-sapu di berbagai titik sungai.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan, tidak hanya dengan penangkapan, tetapi juga dengan pemulihan ekosistem air.
Baca berita selengkapnya : Di Jakarta Ramai, Gubernur Dedi Mulyadi Bagikan Dua Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-sapu di Jabar: Harus Diangkat
Media Italia Heran Pemain Cremonese Tak Ada yang Bantu Emil Audero
- Cremonese Official
Penampilan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi sorotan usai kekalahan telak Cremonese dari Napoli dalam lanjutan Serie A.
Bermain pada pekan ke-34, Cremonese harus menyerah dengan skor 0-4 setelah terus berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Media Italia, termasuk Il Giorno, menilai para pemain Cremonese gagal memberikan perlindungan maksimal kepada Audero.
Sejak awal laga, tim asuhan Marco Giampaolo kesulitan keluar dari tekanan Napoli yang tampil dominan.
Akibatnya, Emil Audero harus bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan lawan.
Meski kebobolan empat gol, ia justru tampil menonjol dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan penalti dari Scott McTominay.
Secara statistik, Audero mencatatkan enam penyelamatan krusial, beberapa di antaranya dilakukan di area berbahaya.
Penampilannya ini bahkan membuatnya mendapat rating tertinggi di antara pemain Cremonese, yakni 7,1 versi FotMob dan 7,3 dari Sofascore.
Kendati tampil impresif, kekalahan ini membuat posisi Cremonese semakin terancam di papan bawah klasemen.