- instagram Dedimulyadi71
Wajah Tertunduk Lesu di Depan Dedi Mulyadi: Kisah Pilu Korban Kerusuhan May Day Bandung, Warung Hangus dan Utang Menumpuk
tvOnenews.com - Wajah lesu dan tertunduk itu tak bisa disembunyikan. Di hadapan Dedi Mulyadi, seorang pria lanjut usia bernama Nandang hanya bisa menahan tangis.
Ia adalah korban langsung dari kerusuhan May Day Bandung yang berujung pada pembakaran warung kecil miliknya di kawasan Tamansari.
Peristiwa kerusuhan yang terjadi di tengah peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day Bandung ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi masyarakat kecil.
Di balik riuhnya aksi massa, ada kisah pilu yang jarang tersorot: usaha kecil hangus, utang menumpuk, dan harapan hidup yang nyaris runtuh dalam semalam.
Warung Hangus, Harapan Ikut Terbakar
Kerusuhan yang terjadi pada 1 Mei 2026 itu tak hanya menyasar fasilitas umum, tetapi juga usaha milik warga. Salah satunya warung kecil milik Nandang (60), yang sehari-hari menjual rokok, bensin, hingga gas LPG 3 kilogram.
Warung berukuran sekitar 2,5 meter itu habis dilalap api. Seluruh barang dagangan, termasuk televisi dan uang tunai, tak sempat diselamatkan.
Kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta, angka yang besar bagi usaha kecil yang dibangun dari pinjaman.
“Saya kira awalnya ada acara atau hiburan, tidak menyangka jadi seperti ini,” ujar Nandang, menggambarkan bagaimana situasi yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tragedi.
Ironisnya, kejadian ini terjadi saat warung sudah tutup seperti biasa pada pukul 17.00 WIB. Nandang sama sekali tidak menyangka kerumunan massa yang lewat akan berujung pada aksi pembakaran.
Jika dibandingkan, mayoritas aksi May Day di berbagai kota di Indonesia berlangsung damai. Namun, kerusuhan di Bandung menjadi pengecualian yang menimbulkan dampak nyata bagi warga sipil.
Respons Dedi Mulyadi: Bantuan hingga Pembinaan Pelaku
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi langsung turun tangan. Dalam unggahan media sosialnya, ia memperlihatkan momen ketika Nandang menangis di hadapannya.
“Ini dengan Bapak Nandang, kios tempat jualan rokok, bensin, gas LPG 3Kg dibakar oleh para perusuh saat mereka melakukan upaya kerusuhan di Kota Bandung saat May Day,” kata Dedi.
Tak hanya menenangkan, Dedi juga memberikan solusi konkret. Ia membantu melunasi utang Nandang yang digunakan untuk membangun warung tersebut.
“Sekarang Pak Nandang sudah tenang. Utang pembuatan kios dan modal kiosnya sudah lunas,” ujarnya.
Bahkan, untuk memastikan korban tetap memiliki penghasilan, Nandang diberikan pekerjaan sebagai tenaga kebersihan.
- instagram Dedimulyadi71
“Mulai hari Senin Pak Nandang kerja… tenaga kebersihan di tempat Bapak jualan,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak sosial dari kerusuhan.
Kerusuhan atau Aksi Terencana?
Di sisi lain, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa insiden tersebut bukan bagian dari aksi May Day yang sah. Menurutnya, kerusuhan terjadi tanpa pemberitahuan dan tanpa orasi, sehingga diduga kuat telah direncanakan.
“Bukan kasus May Day. Karena May Day berjalan aman dan tertib, mereka datang tanpa pemberitahuan. Artinya sudah diniatkan untuk membuat rusuh,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini menempuh dua pendekatan: proses hukum dan pembinaan. Menariknya, bagi pelaku yang masih di bawah umur, disiapkan program pendidikan karakter, termasuk opsi pembinaan melalui barak militer.
“Nanti bisa juga diarahkan mereka untuk mengikuti program pendidikan barak militer supaya mereka mengerti arah bangsa ini,” ujar Dedi.
Sebanyak 250 peserta, termasuk ketua OSIS, dijadwalkan mengikuti program tersebut pada Juni mendatang. Ini menunjukkan pendekatan berbeda: tidak hanya menghukum, tetapi juga membina.
Kerusuhan May Day Bandung menjadi pengingat bahwa dampak konflik sosial sering kali dirasakan paling berat oleh masyarakat kecil. Di satu sisi, ada upaya penegakan hukum. Di sisi lain, ada kebutuhan mendesak untuk memulihkan kehidupan korban.
Kisah Nandang menjadi potret nyata: di balik angka kerugian dan kebijakan pemerintah, ada manusia yang kehilangan segalanya, dan berharap bisa memulai kembali. (udn)