- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & tvOneNews
Dedi Mulyadi Sikapi Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Nostalgia Alibi Terdakwa Fitnah Eks Pegawai Korban
Pada saat itu, Evan mendapat perintah dari pelaku. Ia disuruh menjual mobil pikap milik korban, termasuk mobil Avanza seharga Rp50 juta, serta mobil Carry seharga Rp 30 juta.
Evan semakin curiga lantaran tidak boleh menelepon nomor WhatsApp Budi. Alasannya karena takut dimarahi Haji Sahroni akibat menjual mobil sembarangan.
Beruntungnya Evan langsung membantah tuduhan disiasati oleh pelaku. Pemuda itu juga menceritakan kondisi sebenarnya saat diundang oleh Dedi Mulyadi.
"Evan hampir menjadi korban karena pelaku menumbalkan Evan. Saking pintarnya, tapi keburu terungkap. Tapi asumsi masyarakat pada waktu itu sudah beranggapan pelaku pembunuhannya itu Evan," beber Gubernur Jabar.
KDM mengatakan, kehadiran Evan membantu pengungkapan pelaku kasus pembunuhan ini. Berkat mantan anak buah Budi tersebut, dua pelaku, Ririn dan Priyo berhasil ditangkap polisi.
"Akhirnya terungkap pelakunya dan berhasil disidangkan," lanjutnya.
Sayangnya kasus ini sempat menghilang di ruang publik. Namun pembunuhan menewaskan lima orang tersebut kembali mencuat saat video Ririn membantah sebagai pelaku viral di media sosial.
Menyikapi hal ini, KDM menginginkan kasus ini cepat selesai. Namun fokus utama saat ini adalah mengungkap siapa pelaku sebenarnya agar segera dijebloskan ke dalam penjara.
"Target kita ingin pelaku pembunuhannya dipenjara sesuai dengan perbuatan yang dilakukan yang sangat kejam membunuh satu keluarga," paparnya.
KDM Soroti Alibi Lain dari Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu
Kemudian, KDM juga mendalami jejak perjalanan dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan selama menjalani persidangan. Mereka menyebut ada empat nama lain sebagai pelaku.
Menurut Dedi Mulyadi, Ririn seharusnya menginformasikan siapa pelaku lainnya. Dari pengakuan ini, ia merasa curiga alasan para pelaku belum terungkap sampai saat ini.
"Berarti Ririn tahu dong empat pelaku, tinggal sebut identitasnya, KTP, alamatnya, itu kan gampang polisi buat menangkapnya. Tapi, kenapa sampai sekarang yangg empat belum ditangkap. Apa memang ada wujudnya," heran KDM.
Puncak Ririn selaku terdakwa menepis tudingan dirinya sebagai pelaku. Padahal, banyak saksi hingga barak bukti yang kuat sebagai bahan penyidikan pihak Kepolisian.