- jabarprov.go.id
Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul dan Berdiskusi, Bahas Isu Penting Ini
tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menunjukkan keseriusan dalam menata kawasan pendidikan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara khusus meminta para rektor perguruan tinggi untuk berkumpul dan berdiskusi guna merumuskan konsep pengembangan kawasan tersebut.
Langkah ini diambil agar penataan Jatinangor tidak dilakukan secara terpisah-pisah.
Menurutnya, keterlibatan langsung pihak kampus sangat penting agar konsep yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan
“Saya meminta pada rektor-rektor itu, silakan berkumpul, silakan rumuskan kawasan itu secara bersama-sama. Nanti kita hitung pembiayaannya,” ujar Dedi Mulyadi.
- Antara
Kolaborasi Jadi Kunci Perencanaan
Dedi menegaskan, diskusi bersama para pimpinan perguruan tinggi menjadi fondasi awal dalam menentukan arah pengembangan kawasan Jatinangor.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan lahir konsep yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung penuh realisasi rencana tersebut.
Bahkan, Jatinangor ditargetkan memiliki identitas baru sebagai pusat pendidikan modern.
“Pemprov sudah sangat siap menata, dan itu menjadi kawasan baru yaitu kawasan pendidikan atau dalam bahasa saya Kota Pelajar Jatinangor,” jelasnya.
- jabarprov.go.id
Tak Hanya Akademik, Infrastruktur Jadi Perhatian
Pengembangan kawasan ini tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik.
KDM, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya penataan menyeluruh, mulai dari tata ruang, infrastruktur, hingga sistem mobilitas yang mendukung kenyamanan mahasiswa.
Menurutnya, kawasan pendidikan ideal harus dirancang dengan pendekatan terpadu agar mampu menunjang aktivitas belajar sekaligus kehidupan sehari-hari civitas akademika.
“Karena itu kawasan pendidikan, sehingga merumuskan cara bersama bagaimana menata kawasan itu sebagai kawasan pendidikan terpadu,” tambahnya.
- Antara
Soroti Masalah Lalu Lintas dan Keamanan Pejalan Kaki
Selain konsep besar, Dedi Mulyadi juga menyoroti persoalan yang saat ini dihadapi Jatinangor, salah satunya tingginya aktivitas kendaraan.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu keselamatan pejalan kaki, terutama mahasiswa.
Ke depan, penataan akan difokuskan pada peningkatan fasilitas pendukung seperti jalur penyeberangan, pedestrian yang aman, serta pengaturan lalu lintas yang lebih tertib dan ramah lingkungan.