- Kolase Instagram/s_tjo - Instagram/dr.richard_lee - Instagram/shintaeyong7777
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY
tvOnenews.com - Kabar tentang Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Dokter Richard Lee, hingga mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) menjadi topik terpopuler di tvOnenews.com pada 6 Mei 2026.
Berikut rangkuman tiga artikel terpopuler di tvOnenews.com:
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap di Depan Jemaah Calon Haji
- Instagram @s_tjo
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjadi sorotan usai momen unik saat memberikan sambutan kepada jemaah calon haji (JCH).
Dalam acara pelepasan di Asrama Haji Sudiang, ia sempat salah mengucapkan “selamat menunaikan ibadah puasa” alih-alih haji, yang langsung disambut tawa dan koreksi dari para jemaah.
Menyadari kekeliruannya, Sherly segera meminta maaf dan menjelaskan bahwa dirinya kurang fokus karena belum tidur setelah berangkat sejak dini hari. Ia pun langsung meralat ucapannya dengan benar.
Dalam kesempatan itu, Sherly juga menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan tambahan uang saku sebesar Rp1,5 juta untuk setiap jemaah.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,152 miliar untuk 768 calon haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar.
Tak hanya melepas secara resmi, Sherly bersama Wakil Gubernur turut mengantar jemaah hingga ke dalam pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin.
Bahkan, ia sempat menyampaikan pesan melalui interkom layaknya pramugari, berharap seluruh jemaah diberi kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
Baca berita selengkapnya: Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur
3 Alasan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee Dicabut
- Instagram @dr.richard_lee
Pencabutan sertifikat mualaf milik Dokter Richard Lee oleh Hanny Kristianto menuai perhatian publik.
Koh Hanny menegaskan bahwa yang dicabut hanyalah sertifikat administrasi, bukan status keislaman Richard Lee.
Melalui pernyataan di media sosial, Koh Hanny menjelaskan ada tiga alasan utama di balik keputusan tersebut.
Pertama, sertifikat dinilai tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Kedua, dokumen itu disebut sempat dipakai dalam konflik dengan sesama Muslim di ranah hukum.